Antisipasi El Nino, Bulog Kantongi Stok Beras 4,5 Juta Ton hingga Oktober 2026

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Perum Bulog memperkuat cadangan beras pemerintah untuk mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang berpotensi menekan produksi pangan hingga 2027. Hingga 12 Oktober 2026, stok beras yang dikuasai Bulog tercatat mencapai sekitar 4,5 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penguatan cadangan beras dilakukan sejak awal tahun melalui penyerapan gabah dan beras hasil panen petani dalam negeri.

Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengantisipasi kemungkinan penurunan produksi akibat perubahan cuaca.

Hal itu disampaikan Rizal saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di gudang Bulog di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (12/10/2026).

Menurut Rizal, realisasi pengadaan beras dalam negeri telah melampaui target pemerintah sebesar 4 juta ton. Capaian tersebut turut memperkuat posisi cadangan beras Bulog dalam menghadapi ketidakpastian produksi pangan pada tahun depan.

Baca Juga:  Beras Premium Bulog Rp14.900 per Kg Tersedia di Surabaya, Pemkot Surabaya Kawal Distribusi

“Penguatan stok ini kami lakukan sejak awal tahun dengan menyerap gabah dan beras hasil panen petani. Dengan cadangan yang tersedia, kami berupaya memastikan kebutuhan beras masyarakat tetap terpenuhi di tengah potensi dampak El Nino,” ujar Rizal.

Ia menjelaskan, stok beras Bulog sempat mencapai puncak sekitar 5,4 juta ton pada pertengahan September 2026.

Meski jumlah persediaan kemudian tercatat sekitar 4,5 juta ton per 12 Oktober, cadangan tersebut tetap menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga pasokan beras nasional.

Baca Juga:  Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Sidoarjo dan Forkopimda Bagikan 3 Ton Beras untuk Warga, Perkuat Kepedulian di Tengah Masyarakat

Rizal menambahkan, cadangan beras itu juga digunakan untuk mendukung penyaluran bantuan pangan tambahan kepada masyarakat yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober, November, dan Desember 2026.

“Stok yang kami kuasai tidak hanya untuk menjaga ketersediaan beras, tetapi juga mendukung penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat. Kami ingin memastikan kebutuhan pangan tetap terjaga, terutama ketika produksi menghadapi tantangan akibat perubahan cuaca,” katanya.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan sekaligus membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang terkendali.

Dengan demikian, penguatan cadangan tidak hanya diarahkan untuk mengantisipasi risiko penurunan produksi, tetapi juga mendukung stabilitas pasokan dan distribusi beras di dalam negeri.

Baca Juga:  BPBD Banyuwangi Siapkan Satgas Antisipasi Kemarau Panjang

Ke depan, Bulog akan mengandalkan penyerapan hasil panen petani, pengelolaan cadangan beras pemerintah, serta intervensi pasar untuk menghadapi ketidakpastian produksi pangan hingga 2027.

Langkah itu menjadi penting mengingat perubahan kondisi cuaca berpotensi memengaruhi produksi pertanian. Ketersediaan stok yang memadai diharapkan dapat membantu pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat. (sat)