Berita Sidoarjo
Satbrimob Polda Jatim Salurkan Air Bersih di Desa Gempolsari Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Jawa Timur melalui Kompi 3 Batalyon A Pelopor menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban warga yang selama ini harus membeli air bersih.

Penyaluran air bersih tersebut merupakan bagian dari program Quick Response yang diinisiasi Dansat Brimob Polda Jatim.

Kegiatan sosial ini juga menjadi momentum peringatan HUT ke-81 Korps Brimob. Wilayah penerima bantuan meliputi RT 11 hingga RT 16 RW 03, serta sebagian warga RT 6, RT 7, dan RT 9.

Warga sangat antusias menerima bantuan air bersih ini. Dengan aneka wadah, mereka mengisi air bersih dari truk tangki yang diisikan beberapa personel Satbrimob.

Danton Kompi 3 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Jatim, Ipda Irwanto, mengatakan, penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian Brimob terhadap masyarakat yang masih mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari khususnya di area semburan lumpur.

Baca Juga:  Pakai Kostum Super Hero dan Pakaian Adat, Satbrimob Polda Jatim Bagikan Masker di Sejumlah Pasar Tradisional

“Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya warga yang terdampak lumpur dan kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Selama ini warga harus membeli air bersih untuk aneka kebutuhan,” tutur Irwanto, Selasa (13/10/2026).

Irwanto mencatat total penyaluran bantuan air bersih sekitar 40.000 liter yang didistribusikan di beberapa lokasi pelayanan agar dapat menjangkau warga yang membutuhkan.

“Insyaallah, kegiatan ini akan terus berkelanjutan. Kami akan berupaya hadir membantu masyarakat di sekitar wilayah terdampak yang masih membutuhkan pasokan air bersih,” katanya.

Baca Juga:  Pemprov Jateng Salurkan 75,4 Juta Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan Jateng

Kepala Desa Gempolsari, Ali Murtadho, mengapresiasi kegiatan ini. Menurut Ali, bantuan tersebut merupakan kali kedua yang diterima warga Gempolsari dari Satbrimob Polda Jatim.

Kehadiran bantuan itu sangat berarti bagi masyarakat yang selama ini harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bersih.

“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Gempolsari, kami mengucapkan terima kasih kepada Satbrimob Polda Jatim. Bantuan ini sangat membantu warga kami yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Ali.

Ali menjelaskan, kondisi air sumur di sejumlah wilayah terdampak masih memprihatinkan. Air yang dihasilkan cenderung keruh, berwarna kekuningan, terasa asin, dan mengeluarkan bau tidak sedap sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan konsumsi.

Akibat kondisi tersebut, warga terpaksa membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan minum, memasak, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya.

Baca Juga:  Lumpur Lapindo Meluber di Tanggul Desa Siring, Kecamatan Porong, Jalur Kereta Api dan Jalan Raya Terancam

Berdasarkan data pemerintah desa, sekitar 240 kepala keluarga (KK) terdampak kesulitan memperoleh air bersih di wilayah tersebut.

Ali berharap bantuan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga masyarakat tidak terus-menerus terbebani biaya pembelian air bersih.

“Kami berharap bantuan ini bisa terus berlanjut karena kebutuhan air bersih warga sangat besar. Semoga masyarakat bisa lebih tenang dan kebutuhan air untuk sehari-hari dapat terpenuhi,” imbuhnya.

Sukani, salah satu warga mengatakan, dirinya bersama enam anggota keluarga harus membeli air bersih untuk keperluan mandi, mencuci hingga memasak. “Dalam sehari kami menghabiskan uang Rp 30 ribu untuk membeli air bersih,” ucapnya.

Ia mengatakan, dahulu sebelum ada bencana luapan lumpur, air sumur bisa digunakan untuk aneka kebutuhan seperti mandi dan mencuci. Tetapi sekarang tidak lagi bisa.

“Kalau mandi pakai air sumur jadi sedikit lengket di badan. Kalau untuk mencuci, kain yang awalnya putih bersih menjadi kekuningan. Apalagi untuk memasak. Samasekali tidak bisa,” tutupnya. (sat)