Pendidikan
Siswa SMA Labschool Unesa Belajar Bahasa Bareng Mahasiswa di Pre University Program 2026

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Sebanyak 167 siswa SMA Labschool Unesa Surabaya mengikuti Pre University Program 2026 yang digelar di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Kampus II Lidah Wetan Surabaya, Selasa (1/9/2026).

Program ini diikuti kelas 10 dengan terjun langsung merasakan mata kuliah dasar bahasa di masing-masing program studi yang diminati, bersama mahasiswa baru Unesa selama satu semester.

Kepala Lembaga Labschool Unesa Prof Dr Sujarwanto MPd mengatakan, sebanyak 167 siswa ini terdiri atas 81 siswa yang memilih Bahasa Inggris, 35 siswa Bahasa Jerman, 32 siswa Bahasa Mandarin, dan 19 Siswa Bahasa Jepang.

Menurutnya, pilihan bahasa ini sesuai dengan minat dari masing-masing siswa. Sehingga, pihak sekolah juga akan menyesuaikan masa depan siswa nantinya. Baik untuk melanjutkan ke jenjang sekolah berikutnya maupun masuk ke dunia kerja, dengan penguasaan bahasa masing-masing yang sudah diajarkan di sekolah maupun kampus melalui Pre University Program tersebut.

Baca Juga:  Puluhan Siswa Labschool Unesa Ikuti LCAS 2025, Terjun Langsung ke Masyarakat bersama Mahasiswa Asing

“Harapannya, setelah ikut kuliah selama satu semester bisa meningkatkan bahasa masing-masing. Jangka panjangnya, dalam tiga tahun setelah lulus akan kami link-kan dengan perguruan tinggi di luar negeri untuk akses beasiswa di masing-masing bahasa yang dikuasai,” ujarnya.

Prof Sujarwanto menjelaskan, para siswa yang mengikuti kuliah bersama mahasiswa baru Unesa ini dilakukan secara fleksibel. Yakni, dengan penyesuaian jam sekolah di SMA Labschool Unesa. Nantinya, pengajar dari Unesa juga memberikan pendampingan khusus setelah para siswa menyelesaikan program ini.

“Masing-masing bahasa tadi ada SABALNESA (Sahabat Bahasa Asing Labschool Unesa), ada volunteer atau relawan yang akan mendampingi atau melatih di Labschool, setelah itu ada tes TEP (Test of English Proficiency) Unesa. Yaitu tes kemampuan Bahasa Inggris dari Pusat Bahasa Unesa yang wajib untuk syarat yudisium atau kelulusan mahasiswa,” jelasnya.

Baca Juga:  International Conference KRA XIII 2026 IAI Diikuti 400 Peserta dari 45 Kampus se-Indonesia

Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Unesa Syafi’ul Anam PhD mengatakan, program SABALNESA Labschool Unesa merupakan program yang dirancang untuk memperkuat kompetensi bahasa asing bagi siswa secara terstruktur, menyenangkan, dan berkelanjutan yang berkolaborasi strategis dengan FBS Unesa.

Menurutnya, mahasiswa dari berbagai program studi akan terlibat langsung sebagai pendamping belajar siswa selama satu semester ke depan.

Mahasiswa yang terlibat berasal dari program studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, S1 Pendidikan Bahasa Jerman, S1 Pendidikan Bahasa Jepang, S1 Pendidikan Bahasa Mandarin, S1 Sastra Inggris, dan S1 Sastra Jerman.

Baca Juga:  Rektor Unusa Tekankan Kerja Keras, Integritas dan Adab di PKKMB 2026

“Kolaborasi ini tidak hanya memberikan pengalaman autentik bagi siswa, tetapi juga menjadi ruang praktik nyata bagi mahasiswa calon pendidik bahasa,” jelasnya.

Caryssa Putri Nararaya, salah satu siswa Kelas 10 SMA Labschool 1 Unesa mengaku sengaja memilih belajar Bahasa Mandarin karena sebelumnya sudah menguasai Bahasa Inggris.

“Tadi belajar perkenalan menggunakan Bahasa Mandarin. Kalau di SMA belum dikasih pelajaran Bahasa Mandarin. Jadi, Bahasa Inggris sudah bisa, dan sekarang lebih menantang pingin belajar Bahasa Mandarin. Karena saya juga mau kuliah di Tiongkok dan hidup di sana,” pungkasnya. (aci)