Pendidikan
Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa ITN Malang Bikin Game Horor Roblox ‘Morveil’
MALANG, SURYAKABAR.com – Aula Kampus 1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) mendadak riuh, Senin (1/9/2026).
Di tengah kemeriahan sambutan untuk mahasiswa baru Abhyasa 57 dalam gelaran Gigantik 2026, acara “Abhyasa Student Talk” menjadi aksi unjuk kebolehan inovasi teknologi kreatif mahasiswa. Yakni, peluncuran resmi game horor Roblox berlatar kampus bertajuk “Morveil”.
Inovasi ini menjadi bukti nyata komitmen ITN Malang sebagai ruang akademik yang tak hanya mengasah teori di kelas, tetapi juga aktif memfasilitasi kreativitas mahasiswa untuk melahirkan karya digital yang relevan dan siap bersaing.
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., sangat mengapresiasi pencapaian ini.
“ITN Malang lewat Metaverse me-launching game baru buatan teman-teman Metaverse. Sangat effort sekali, 3 bulan mereka membangun, membuat skenario, 3D model, dan seterusnya. Ini merupakan game interaktif pertama berbasis 3D dan Virtual Reality buatan mahasiswa. Artinya, ke depan ini menjadi potensi di ITN Malang khususnya di Teknik Informatika untuk mengembangkan teknologi Virtual Reality dan juga Metaverse,” ujar Rektor.
Rektor mengungkapkan, ia mengikuti tahapan proses pembuatan game tersebut.
“Saya tahu bagaimana mereka memproses membangun karakter, 3D model, skenario. Saya tahu persis dan mereka anak-anak hebat, didampingi dosen yang luar biasa, Marcellino Sandro Mahardika, S.Ds., M.Ds.,” tambahnya.
Suasana aula bahkan sempat diwarnai jeritan kaget para mahasiswa baru saat cuplikan gameplay Morveil diputar di layar utama tepat sebelum sesi peluncuran.
Efek visual dan jumpscare penampakan horor dalam game berhasil memancing riuh reaksi para Abhyasa 57 yang larut dalam atmosfer mencekam.
Game Morveil lahir dari tangan dingin Tim Metaverse Teknik Informatika S-1 ITN Malang. Muhamad Dimas Juliansyah, Ketua Tim Metaverse, membeberkan alasan di balik pemilihan konsep game yang memanfaatkan momentum popularitas Roblox.
“Kami melihat game genre horor di Roblox lagi ramai, jadi kami coba menangkap tren itu tapi membawa konsep berbeda. Game ini wajib dimainkan 4 player secara kooperatif,” jelas mahasiswa angkatan 2024.
Proyek yang digarap intensif selama tiga bulan ini melibatkan 20 mahasiswa yang terbagi dalam divisi immersive engineering, dan digital marketing.
Mereka mengolah dan pengerjaan mulai dari concept art, 3D modeling, programming, UI/UX, hingga animasi visual dan audio.
Hal yang membuat Morveil unik dibanding game Roblox lainnya adalah narasi lokal yang diusungnya. Dimas dan tim sengaja mengangkat latar kampus ITN Malang sebagai prolog cerita sebelum pemain masuk ke dalam inti permainan.
“Ceritanya tentang empat mahasiswa dari empat prodi berbeda. Yakni, Teknik Kimia, Informatika, Mesin, dan Elektro. Mereka berempat berteman dan mempunyai masa lalu di sekolah lamanya. Mereka kemudian kembali ke sekolah tersebut untuk mengungkap misteri kejadian beberapa tahun lalu,” ungkap Dimas.
Menurutnya, pada prolog game terdapat latar Kampus 2 ITN Malang, dimana tiap karakter sedang beraktivitas di prodi masing-masing. Karakter anak Informatika sedang melakukan koding, anak Kimia meracik bahan di laboratorium, dan seterusnya.
Selain game Morveil, Tim Metaverse juga membuat project map Kampus 2 ITN di Roblox dengan nama map “ITN Kampus 2 [REMAKE]”.
Game yang terdiri dari 4 chapter ini sudah bisa diakses publik secara langsung di platform Roblox, dengan estimasi durasi permainan sekitar 1 hingga 2 jam.
Selain launching game Morveil, panggung Gigantik 2026 juga diramaikan pemaparan dari para mahasiswa berprestasi ITN Malang lainnya.
Mulai dari M. Maulana Fadhilah (Teknik Sipil) yang membagikan perjuangannya menembus babak final Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) 2026, Dyonisius Dwi Sasmita (Arsitektur) peraih Juara 1 Gapura Kota Batu, hingga Hanifah Nur Fadillah (Teknik Industri) yang sukses mendulang pendanaan P2MW dan KMI Expo lewat bisnis Nasi Goreng Siram Kuah.
Melalui pameran karya Morveil dan kisah sukses para kakak tingkat ini, Tim Metaverse berharap dapat memantik keberanian mahasiswa baru untuk langsung aktif berkarya sejak awal masa kuliah.
“Harapan kami, game yang kami buat ini bisa ramai dimainkan, sekaligus memberi inspirasi buat adik-adik mahasiswa baru untuk berani berkarya dan bergabung ke organisasi kami (dan organisasi kampus pada umumnya),” tutup Dimas. (abs)


