Lion Group Kirim Bantuan Lebih dari 1 Ton untuk Korban Bencana NTT
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Lion Group mendistribusikan bantuan logistik kemanusiaan lebih dari satu ton untuk masyarakat yang terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut diberangkatkan dari Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, menuju Kupang menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-694, Senin (17/8/2026) pukul 11.15 WIB.
Presiden Direktur Lion Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan, bantuan tahap pertama tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Adapun bantuan yang dikirim meliputi 1.000 selimut, 1.000 tikar, serta 1.000 paket sembako dan logistik makanan.
“Ini menjadi kegiatan tahap pertama kami, dan kami juga membuka kesempatan untuk pengiriman bantuan-bantuan lainnya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku,” ujar Daniel.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Lion Group memberikan layanan pengiriman logistik bantuan tersebut secara gratis. Namun, pengiriman tetap mengikuti ketentuan keselamatan dan keamanan penerbangan.
Lion Group hanya menerima bantuan yang tidak termasuk dalam kategori barang berbahaya atau dangerous goods. Selain itu, jumlah dan jenis bantuan juga harus disesuaikan dengan kapasitas muatan pesawat.
Daniel menegaskan, aspek keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama, terutama dalam operasional menuju wilayah yang baru saja terdampak bencana.
Lion Group terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, AirNav Indonesia, serta Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV untuk memastikan kondisi landasan pacu dan terminal di bandara tujuan aman untuk operasional penerbangan.
Untuk memastikan bantuan tidak berhenti di bandara dan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan, Lion Group juga menyiapkan tim internal di wilayah setempat.
Tim tersebut dipimpin station manager dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT serta pemerintah kabupaten di daerah terdampak.
“Distribusi kami kawal agar bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat yang terdampak dan tidak tertahan di bandara,” imbuh Daniel. (sat)



