Pendidikan
Dies Natalis ke-65 FEB Unair Hadirkan Pengajian Ustaz Das’ad Latif

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Pengajian dari Ustaz Das’ad Latif menjadi pembuka dalam rangkaian Dies Natalis ke-65 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair) yang akan digelar sepanjang Agustus 2026.

Mengusung tema ”Menguatkan Spiritualitas, Meneguhkan Integritas, dan Membangun Kepemimpinan Unggul yang Berdampak bagi Bangsa dan Peradaban”, tausiyah ini dihadiri Rektor Unair Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, Dekan FEB Unair Prof Dr Rudi Purwono SE MSE, sivitas akademika, alumni, serta mahasiswa Unair dari berbagai fakultas yang digelar di Lantai 2 Aula Fadjar Notonegoro Gedung FEB Unair, Jumat (31/7/2026).

Dalam sambutannya, Prof Madyan menyampaikan, kehadiran Ustaz Das’ad Latif merupakan kehormatan sekaligus momentum yang sangat bermakna bagi sivitas akademika Unair.

Menurutnya, di tengah berbagai capaian akademik dan kontribusi yang diraih, Unair diingatkan, keunggulan institusi bukan diukur dari prestasi intelektual, namun dari kekuatan karakter, integritas dan kedalaman spiritual yang menjadi fondasinya.

“Tema pengajian Ustaz Das’ad Latif hari ini sejalan dengan nilai-nilai yang terus kita bangun di Universitas Airlangga, khususnya nilai transcendents dalam HEBAT yang merupakan akronim dari H (Humble-Honest), E (Excellent), B (Brave), A (Agile), dan T (Transcendents),” ujarnya.

Baca Juga:  SEGTA 2026 Unair Perluas Kolaborasi Internasional dan Penerapan Teknologi Hijau

Prof Madyan menegaskan, spiritualitas menjadi sumber kebijaksanaan sekaligus menjadi penuntun dalam setiap amanah.

Selain itu, kepemimpinan yang unggul menjadi prasyarat untuk melahirkan karya serta pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, bahkan peradaban.

“Semoga tausiyah yang disampaikan Ustaz Das’ad Latif ini kami harapkan menjadi ruang khasanah sekaligus sumber inspirasi bagi seluruh sivitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga,” tegasnya.

Ia meminta sivitas akademika Unair menyimak tausiyah dengan penuh kekhusyukan dan hati yang terbuka.

“Semoga nilai-nilai yang disampaikan semakin menguatkan tekad kita untuk terus berkarya dengan keilmuan yang berintegritas, kepemimpinan yang berkarakter, serta pengabdian yang senantiasa dilandasi dengan keikhlasan dan diridhoi Allah SWT,” ungkapnya.

Baca Juga:  Unair Dorong Percepatan Ekosistem Sertifikasi Halal Nasional di Airlangga Khair 2026

Dalam kesempatan yang sama, Dekan FEB Unair Prof Dr Rudi Purwono SE MSE mengatakan, Dies Natalis ke-65 FEB Unair ini mengusung tema “Berkarya, Berdampak, dan Mendunia”.

Menurutnya, perayaan kali ini tidak sekadar menjadi perayaan usia, namun juga momentum refleksi sekaligus penguatan arah pengembangan FEB Unair.

“Tahun 2026 ini merupakan Dies Natalis ke-65 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga. Kami mengangkat tagline ‘Berkarya, Berdampak, Mendunia’ sebagai komitmen bahwa setiap aktivitas akademik harus menghasilkan karya yang bermanfaat, memberikan dampak nyata bagi masyarakat, dan memiliki pengakuan di tingkat internasional,” ungkapnya.

Prof Rudi menjelaskan, pengajian menjadi langkah awal untuk memperkuat aspek spiritual sivitas akademika. Ia bersyukur kegiatan berlangsung lancar dengan antusiasme tinggi dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga peserta dari fakultas lain di Universitas Airlangga.

“Penguatan spiritual menjadi fondasi penting sebelum kami menjalankan berbagai program akademik maupun pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga:  DJP Jatim I Gelar Kelas Pajak Wartawan, Jaga Tren Penerimaan Perpajakan di Surabaya

Prof Rudi menyebut, semangat “Mendunia” bukan sekadar slogan. Saat ini, Unair telah menempati peringkat 276 dunia dalam QS World University Rankings, sedangkan FEB Unair juga menunjukkan prestasi membanggakan pada berbagai bidang ilmu.

“Untuk bidang Accounting, FEB Unair berada di peringkat kedua terbaik di Indonesia. Bidang Economics and Econometrics juga berada di posisi kedua nasional, sedangkan Business and Management berada di peringkat keempat. Capaian ini menjadi modal penting untuk terus meningkatkan reputasi internasional,” terangnya.

Meski demikian, Prof Rudi menegaskan pengakuan global harus diimbangi dengan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kami tidak hanya mengejar peringkat dunia, tetapi juga ingin menghadirkan dampak yang bisa dirasakan masyarakat Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, bahkan masyarakat global. Itulah makna dari berkarya, berdampak, dan mendunia,” tegasnya.

Upaya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga dalam memperkuat peran sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, berdampak, dan berdaya saing global juga didukung penuh universitas. (aci)