Pendidikan
Bangun Mental Pendidik, 197 Mahasiswa PPG Unusa Dibekali Kursus Gerakan Pramuka

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) membekali ratusan mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Upaya ini ditempuh melalui Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML) Gerakan Pramuka.

Pelatihan ini berlangsung di Kampus C Unusa, Senin (27/7/2026). Total ada 197 peserta yang bergabung. Rinciannya, 163 mahasiswa mengikuti KMD dan 34 orang menjalani KML.

Saat membuka agenda tersebut, Rektor Unusa Prof Tri Yogi Yuwono menekankan pentingnya pembangunan mental pendidik. “Di pundak kalian lah saya titipkan nama besar Unusa,” ujarnya.

Prof Tri Yogi berharap bekal kepramukaan ini melekat kuat pada diri mahasiswa. Saat kelak terjun ke sekolah, mereka bisa menularkan nilai moral tersebut kepada para anak didik.

Baca Juga:  Unusa Kirim 604 Mahasiswa KKN Dampingi Layanan Kesehatan dan Bisnis Digital di 5 Kecamatan Surabaya

“Kegiatan ini akan menambah bekal bagi peserta dalam membangun karakter diri dan juga karakter anak didik ketika nanti menjadi seorang pendidik,” ungkapnya.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur Arum Sabil menyampaikan kesamaan visi lembaga pendidikan dan kepramukaan. Menurutnya, keduanya berupaya melahirkan manusia Indonesia yang mandiri dan berilmu.

“Perguruan tinggi dan Gerakan Pramuka bertemu pada tujuan yang sama, yaitu melahirkan manusia Indonesia yang utuh,” terangnya.

Arum menegaskan, esensi Tri Dharma Perguruan Tinggi sangat lekat dengan Dasa Dharma Pramuka. Pendidikan dan pengabdian masyarakat menjadi ruang nyata untuk menerapkan nilai-nilai kepanduan di lapangan.

Baca Juga:  Gembleng Kemandirian di Markas Militer: LT-1 Pramuka SMP Al Falah Darussalam Tropodo Digelar di Yon Arhanud 8/MBC Sidoarjo

“Tri Dharma memberikan kerangka pengabdian seorang intelektual, sedangkan Dasa Dharma menjadi kompas moralnya,” tegasnya.

Ia meminta para peserta tidak menganggap kursus ini sebatas berburu sertifikat. Sebab, calon guru abad ke-21 dituntut adaptif menghadapi kemajuan teknologi sekaligus menjadi teladan. “KMD dan KML merupakan investasi kompetensi bagi seorang pendidik,” jelasnya.

Baca Juga:  Pengembangan Talenta Muda Indonesia Lewat Wondr Futsal Series 2026

Ia juga mendorong munculnya gerakan Pramuka produktif di lingkungan sekolah atau kampus. Hal ini dapat diwujudkan lewat ketahanan pangan, mulai dari budidaya tanaman hingga peternakan.

“Ketika seorang pramuka membantu memperbaiki rumah warga atau membangun kebun pangan bersama masyarakat, sesungguhnya ia sedang mengamalkan Dasa Dharma,” katanya.

Langkah Unusa ini menjadi penegasan komitmen mencetak tenaga pendidik profesional. Lulusan PPG kelak tidak hanya cerdas secara akademik, namun memiliki kepedulian sosial yang tinggi. (aci)