Tourism Malaysia 2026 Catat Indonesia Sumbang 4,3 Juta Wisatawan dan Naikkan Pendapatan Pariwisata

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Malaysia menargetkan kedatangan hingga 47 juta wisatawan internasional, dengan estimasi pendapatan pariwisata sebesar RM329 Miliar sepanjang 2026.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Malaysia melakukan campaign Visit Malaysia 2026-2027 dengan menyiapkan lebih dari 320 acara dan festival sepanjang 2026, yang menawarkan beragam pengalaman wisata menarik bagi wisatawan mancanegara.

Direktur Tourism Malaysia Jakarta Hairi Mohd Yakzan mengatakan, sepanjang 2025, Malaysia mencatat sebanyak 4,3 juta kunjungan wisatawan Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai salah satu penyumbang wisatawan terbesar bagi Malaysia.

Selain itu, konektivitas udara antara kedua negara terus didukung lebih dari 660 penerbangan langsung setiap pekan dengan kapasitas lebih dari 120 ribu kursi per pekan. Sehingga, memudahkan mobilitas wisatawan antara Indonesia dan Malaysia.

“Dengan hadir di Serang, Bandung, Jayapura, Malang, dan Lombok, Tourism Malaysia berharap dapat menjangkau lebih banyak pelaku industri di berbagai wilayah Indonesia,” ujarnya saat pembukaan Malaysia Tourism Showcase B2B (business-to-business) Roadshow 2026 di Malang, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga:  IHH Healthcare Malaysia di Surabaya Optimistis Dihadiri Lebih 20 Ribu Pengunjung

“Selain itu, membuka peluang kerja sama yang lebih luas, guna meningkatkan arus kunjungan wisatawan Indonesia ke Malaysia pada tahun-tahun mendatang,” sambungnya.

Hairi menjelaskan, Tourism Malaysia berkomitmen menyasar pasar Indonesia melalui rangkaian kegiatan promosi pariwisata yang digelar di lima kota strategis Indonesia, yakni Serang (8/6/2026), Bandung (10/6/2026), Jayapura (12/6/2026), Malang (28/7/2026), dan Lombok (30/7/2026).

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Tourism Malaysia dalam mendukung keberhasilan Visit Malaysia 2026 (VM2026).

“Ada penerbangan yang baru, terutama pada 16 Juni 2026 diperkenalkan di Kota Baru yang berada sebuah pantai timur Semenanjung Negeri Kelantan dan Terengganu, dan kami promosikan direct fly dari Jakarta ke Kota Baru lebih potensi wisatawan foodies dan budaya, pulau seperti di Bali dan Lombok. Sejauh ini (penerbangan) masih Jakarta-Kota Baru, tapi nanti dikembangkan dari Lampung-Kuala Lumpur,” jelasnya.

Hairi menegaskan, kegiatan ini menjadi platform strategis untuk mempererat hubungan bisnis antara pelaku industri pariwisata Malaysia dan Indonesia, sekaligus memperkenalkan berbagai produk dan layanan wisata terbaru yang ditawarkan Malaysia.

Baca Juga:  Penumpang Kereta ke Banyuwangi Tertinggi di Wilayah Daop 9, Wisata dan Ekonomi Terus Tumbuh

“Malang merupakan salah satu pasar wisata paling penting bagi Malaysia. Melalui Malaysia Tourism Showcase B2B Roadshow ini, kami ingin memperkuat jaringan kerja sama dengan para pelaku industri pariwisata di Malang dan Jawa Timur, serta membuka lebih banyak peluang bisnis yang saling menguntungkan bagi industri pelancongan di Malaysia maupun Indonesia,” tegasnya.

Menurut Hairi, gelaran roadshow ini sejalan dengan momentum Visit Malaysia 2026 yang menampilkan beragam pengalaman wisata unik dan autentik, mulai dari kekayaan budaya, warisan sejarah, kuliner, wisata alam, petualangan, hingga keramahan masyarakat Malaysia yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan internasional.

“Lebih dari 10 pelaku industri pariwisata Malaysia turut ambil bagian dalam roadshow ini, mewakili berbagai sektor, mulai dari hotel, destinasi wisata, operator tur (land operator), hingga penyedia layanan pariwisata lainnya,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta akan mengikuti sesi product presentation dan business-to-business (B2B) untuk memperkenalkan beragam produk dan layanan wisata Malaysia yang terkini dan memberikan kesempatan bagi agen perjalanan dan pelaku industri pariwisata Indonesia untuk menjalin kerja sama secara langsung dengan mitra industri dari Malaysia.

Di sisi lain, Counsellor Education Malaysia Indonesia, Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Shafieza Binti MD Fadzil mengatakan, program ini menjadi salah satu upaya meningkatkan wisatawan dan mahasiswa, khususnya dari Indonesia ke Malaysia.

“Kami di Education Malaysia Indonesia di Jakarta mempromosikan edu tourism, yang mana education plus tourism. Education ini, sebelumnya mahasiswa Indonesia ini mau melanjutkan belajar, namun mereka bisa melihat dahulu pusat wisata yang ada di Malaysia, termasuk masuk universitas yang ingin dipelajari,” katanya.

Baca Juga:  Ari Lasso Kejutkan Latihan Atlet Panjat Tebing Puslatda Jatim, Reuni dengan Mantan Rekan Pecinta Alam, Ajak Choirul Umi Nyanyikan Kangen

Shafieza menyebut, hingga saat ini, jumlah mahasiswa Indonesia di Malaysia yang masih aktif mencapai 12.916 mahasiswa. Namun, jumlah alumni yang tergabung Ikatan Alumni Pelajar Indonesia se-Malaysia (IKAPIM) mencapai lebih dari 100 ribu orang.

“Ada alumni juga tergabung dalam Ikatan Alumni Pelajar Indonesia se-Malaysia (IKAPIM). Mereka ini didukung pemerintah Indonesia dan sebagian yang ada di pemerintahan juga alumni dari kita. Ini sangat membantu dan bersama-sama menaikkan education dan tourism mahasiswa Indonesia ke Malaysia,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Malang Travel Community (MTC) Syafril Azhar atau Ating mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum bagi para pelaku industri pariwisata untuk lebih meningkatkan wisatawan, terutama untuk berkunjung ke Malaysia.

Terutama untuk menjajaki kerja sama dengan sejumlah agen perjalanan wisata dari Malaysia yang hadir dalam kegiatan ini. Termasuk untuk mendapatkan harga yang kompetitif.

“Selama ini, (wisatawan) terbanyak menuju Kuala Lumpur, Penang, Johor, termasuk kami membuka dengan medical tourism dan education tourism. Wisatawan datang mencari tempat kuliner, pantai, dan ada beberapa destinasi wisata di Melaka sampai Kuching, Sarawak,” pungkasnya. (aci)