Berita Sidoarjo
Basarnas Surabaya Uji Kesiapsiagaan Hadapi Bangunan Runtuh Lewat Simulasi Standar INSARAG

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Kesiapsiagaan menghadapi bencana terus diuji. Personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Surabaya menggelar simulasi pencarian dan pertolongan korban bangunan runtuh dengan mengacu pada standar International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG). Kegiatan digelar di Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (23/7/2026).

Hal tersebut menjadi bagian dari National Accreditation Process (NAP) untuk mengukur kesiapan personel, peralatan, serta prosedur operasi penyelamatan sesuai standar nasional.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menjelaskan, simulasi dirancang untuk menguji kemampuan Kantor SAR Surabaya dalam menghadapi berbagai skenario kedaruratan yang berpotensi terjadi saat operasi pencarian dan pertolongan.

Baca Juga:  BHS Ingatkan BNPB dan Basarnas Siaga di Area Lumpur Lapindo Sidoarjo, Ancaman Belum Berakhir

Dalam latihan tersebut, tim memperagakan sejumlah skenario, mulai dari penanganan kecelakaan lalu lintas, evakuasi korban bangunan runtuh (urban search and rescue/USAR), hingga penyelamatan di medan ketinggian (high angle rescue).

Pada simulasi utama, personel melakukan operasi penyelamatan terhadap tiga korban yang terjebak di dalam bangunan runtuh akibat gempa bumi.

Menurut Yudhi, proses akreditasi melalui NAP dilaksanakan secara berkala setiap lima tahun sebagai upaya memastikan kesiapan operasional Basarnas tetap memenuhi standar yang ditetapkan.

Baca Juga:  Polresta Sidoarjo Raih Penghargaan Nasional, Inovasi Pelayanan Publik Diapresiasi Kapolri dan Kementerian PANRB

Penilaian mencakup kelengkapan sarana dan prasarana, kesiapan peralatan, kompetensi personel, hingga administrasi operasional.

“Seluruh aspek tersebut harus terus dipenuhi dan diperbarui agar kesiapan operasi pencarian dan pertolongan tetap terjaga,” ujar Yudhi.

Simulasi tidak hanya melibatkan personel Basarnas, tetapi juga diikuti unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, BPBD Kabupaten Sidoarjo, TNI, Polri, serta sejumlah pihak swasta sebagai pengamat.

Baca Juga:  Mentan Borong Inovasi Pertanian ITS Rp10 Miliar, Benih Jagung hingga Traktor Amfibi Siap Perkuat Swasembada Pangan

Pelibatan berbagai instansi itu bertujuan membangun kesamaan pemahaman mengenai pola koordinasi dan pembagian tugas ketika terjadi bencana maupun keadaan darurat.

Dengan demikian, setiap unsur dapat menjalankan fungsi masing-masing secara terpadu saat operasi berlangsung.

Ia berharap latihan tersebut semakin memperkuat sinergi antarlembaga sehingga proses pencarian dan pertolongan dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan tanpa tumpang tindih kewenangan.

“Ketika peralatan siap, personel terlatih, dan koordinasi antarlembaga berjalan baik, penanganan bencana maupun kecelakaan akan menjadi lebih efektif,” kata Yudhi. (sat)