RSUD dr Soetomo Surabaya Resmikan Amerta Eye Center dan Gelar Pemeriksaan Mata Ratusan Anak
SURABAYA, SURYAKABAR.com – RSUD dr Soetomo Surabaya menggelar bakti sosial pemeriksaan mata dan konsultasi dengan dokter spesialis mata dalam rangka Myopia Awareness Week 2026 di Graha Amerta RSUD dr Soetomo Surabaya, Minggu (24/5/2026).
Sebanyak 102 anak usia 8 tahun hingga 18 tahun se-Jawa Timur mendapatkan kesempatan pemeriksaan dan penanganan miopia atau rabun jauh secara komprehensif pada masa emas perkembangan penglihatan mereka, hasil kerja sama RSUD dr Soetomo dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Jawa Timur.
Direktur RSUD dr Soetomo Prof Dr dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa SpDVE SubspDAI FINSDV FAADV MARS mengatakan, sebanyak 120 dokter spesialis mata dibantu tenaga medis, tenaga kesehatan dan relawan diterjunkan dalam kegiatan ini.
“Sebanyak 50 dokter spesialis mata volunteer, rekan-rekan IROPIN (Ikatan Refraksionis Optisien Ortoptis Indonesia), GAPOPIN (Gabungan Usaha Optik Indonesia), tenaga medis, tenaga kesehatan, panitia, dan seluruh mitra pendukung yang telah memberikan waktu, tenaga ahli, dan empatinya bagi masyarakat,” ujar Prof Cita.
Dalam kesempatan ini, RSUD dr Soetomo juga meresmikan Amerta Eye Center (AEC), sebagai bagian terintegrasi dari Instalasi Graha Amerta RSUD dr Soetomo Surabaya.
“AEC (Amerta Eye Center) dirancang untuk menghadirkan pelayanan kesehatan mata yang unggul, nyaman dan terpercaya, dengan memadukan layanan eksekutif, pendekatan multidisiplin, serta dukungan keilmuan subspesialistik yang komprehensif,” ungkapnya.
Prof Cita menjelaskan, sebagai salah satu fokus unggulan, AEC menghadirkan Myopia Center yang menyediakan pelayanan menyeluruh berbasis evidence-based medicine.
Mulai dari deteksi dini, pengendalian progresivitas myopia melalui berbagai modalitas myopia control, hingga penanganan komplikasi miopia tinggi secara komprehensif.
“Kami berharap AEC tidak hanya menjadi pusat layanan, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi klinik mata, rumah sakit mata, IROPIN, GAPOPIN, institusi pendidikan, dan seluruh jejaring pelayanan mata di Jawa Timur dalam membangun ekosistem layanan mata yang semakin berkualitas dan terintegrasi,” jelasnya.
Prof Cita berharap, RSUD dr Soetomo tidak hanya dikenal sebagai rumah sakit rujukan terbesar, rumah sakit pendidikan, atau institusi bertaraf internasional, namun juga sebagai institusi yang terus bertumbuh dalam budaya keselamatan, kualitas pelayanan, disiplin sistem, dan kepedulian antarsesama.
“Karena itu, saya mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan setiap tantangan sebagai energi pembelajaran, memperkuat kolaborasi lintas profesi, memperkuat budaya patient safety, serta menjaga integritas pelayanan dengan semakin matang dan terukur.
Ketua PERDAMI Cabang Jawa Timur dr Sutjipto SpM(K) menyebut, kasus miopia pada anak di Jawa Timur melonjak sejak pandemi Covid-19, yakni dari 19 persen menjadi 35 persen.
Menurutnya, banyak faktor yang menjadi penyebab miopia pada anak, di antaranya melihat gadget dalam jarak dekat dan banyaknya waktu di dalam rumah, sehingga menyebabkan sumbu bola mata lebih panjang.
“Jadi memang kebanyakan terjadi pada anak-anak karena ini masih bisa untuk diperbaiki lagi, sehingga mereka bisa melihat dengan sempurna lagi, aktivitas belajarnya juga tidak terganggu kalau miopianya ini bisa diatasi,” terangnya.
dr Sutjipto menjelaskan, pasien yang menjalani pemeriksaan mata ini dilakukan skrining untuk melihat kelainan yang dialami. Mulai dari bagian retina, hingga panjang suku bola mata.
“Misalnya, visus mata kurang dari 6/9 ini akan kita periksa, mulai dari retinanya kita lihat, panjang suku bola matanya kita lihat, karena itu menjadi faktor utama dari semakin panjang bola matanya nanti miopinya juga akan semakin tinggi,” jelasnya.
Saat ini, kasus miopia di seluruh dunia masih menjadi tantangan bagi dunia kesehatan. Sebab, dari data PERDAMI, pada 2050 mendatang, sekitar 50 persen penduduk di dunia atau sekitar 4,8 miliar jiwa akan mengalami miopia.
Sehingga, melalui berbagai kegiatan Myopia Awareness Week 2026 diharapkan kesadaran dari masyarakat terus meningkat, dan kualitas hidup masyarakat menjadi lebih baik lagi. (aci)




