Lebaran 2026
RSUD Dokter Soetomo Siagakan Lebih 7.000 Tenaga Kesehatan selama Libur Lebaran 2026
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Soetomo menyiagakan 7.081 tenaga kesehatan dan petugas kesehatan selama libur Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2026.
Direktur RSUD Dr Soetomo Prof Dr Cira Rosita Sigit Prakoeswa dr SpDVE mengatakan, selain tenaga kesehatan dan petugas kesehatan yang disiagakan, juga menyiapkan berbagai fasilitas penunjang untuk mengantisipasi lonjakan pasien.
“Kami sudah bersiap. SDM (sumber daya manusia) yang bertugas selama Lebaran sekitar 7.000 sekian orang, mulai dari dokter subspesialis, dokter spesialis, perawat, hingga petugas lainnya seperti kasir,” ujar Prof Cita, saat memimpin Konferensi Pers Siaga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Senin (16/3/2026).
Prof Cita menjelaskan, tenaga medis tersebut akan bertugas dengan sistem jaga langsung di rumah sakit (onsite) maupun sistem panggilan (on call) untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal.
Selain kesiapan SDM, pihak rumah sakit juga menyiapkan berbagai sarana dan prasarana penunjang, mulai dari ketersediaan obat-obatan, darah, alat kesehatan, hingga sistem pelayanan rujukan terpadu.
“Untuk sarana prasarana seperti obat-obatan, darah, alat kesehatan, dan sistem rujukan terpadu juga sudah kami siapkan agar pelayanan tetap berjalan dengan baik selama libur Lebaran,” jelasnya.
Prof Cita menyebut, berdasarkan pengalaman pada periode Lebaran tahun sebelumnya, sebagian besar pasien yang datang bukan karena kecelakaan, melainkan penyakit metabolik dan gangguan kesehatan lain yang berkaitan dengan pola hidup.
Beberapa penyakit yang paling banyak ditemukan, antara lain kelainan darah, gangguan metabolik seperti diabetes dan hipertensi, kelainan elektrolit, serta gangguan saluran pencernaan seperti diare dan muntah.
“Pada libur Lebaran tahun lalu, penyakit yang paling banyak kami tangani justru bukan kecelakaan, tetapi lebih banyak penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, serta gangguan gastrointestinal seperti diare dan muntah,” terangnya.
Menurutnya, sebagian penyakit tersebut sebenarnya merupakan penyakit bawaan atau kronis yang dipicu perubahan pola makan selama Lebaran.
Misalnya, penderita hipertensi yang mengonsumsi makanan tinggi garam, atau pasien diabetes yang tidak mengontrol konsumsi makanan manis saat perayaan hari raya. Selain itu, gangguan pencernaan juga bisa dipicu makanan yang sudah tidak layak konsumsi.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pihak rumah sakit telah menyiapkan langkah pencegahan bagi pasien dengan penyakit kronis, termasuk memastikan ketersediaan obat sebelum masa libur panjang.
“Kami sudah mengantisipasi dengan memberikan obat kepada pasien kronis sebelum liburan agar kontrol penyakitnya tetap terjaga sampai setelah Lebaran. Jika ada yang perlu mengambil obat di tengah liburan, layanan tetap kami siapkan,” pungkasnya. (aci)


