Pendidikan
Umsura Kukuhkan Dua Guru Besar Baru Bidang Ilmu Keperawatan dan Pembelajaran Metakognitif

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menambah dua guru besar baru, yakni Prof Dr Mundakir SKep Ns MKep dan Prof Dr Dra Lina Listiana MKes.

Prof Mundakir yang merupakan Rektor Umsura periode 2024-2028 dikukuhkan sebagai guru besar di bidang Ilmu Keperawatan. Sedangkan, Prof Lina dikukuhkan sebagai guru besar di bidang Pembelajaran Metakognitif.

Keduanya resmi dikukuhkan menjadi guru besar di Lantai 13 At Tauhid Tower Umsura, Kamis (30/4/2026).

Ketua Senat Umsura Prof Dr dr Sukadiono MM optimistis jumlah guru besar di lingkungan kampus Umsura meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

“Setiap tahun kita ada guru besar yang mendapat SK (Surat Keputusan) dari Menteri Pendidikan Tinggi Saintek. Capaian ini jangan berhenti sampai di sini. Kita ingin dosen-dosen mengejar jabatan fungsional akademiknya,” ujarnya.

Baca Juga:  UMSURA Gagas Tiket Mudik Berdampak, Beri Diskon 50 Persen Biaya Daftar Kuliah

Menurutnya, Umsura saat ini memiliki cukup banyak dosen dengan jabatan lektor kepala yang berpotensi naik menjadi guru besar.

“Kita berharap ke depan lektor-lektor kepala di Universitas Muhammadiyah Surabaya bisa segera melakukan akselerasi naik jabatan menjadi guru besar,” ungkapnya.

Di sisi lain, dalam orasi ilmiahnya bertajuk “Bridging Psychosocial Gaps in Nursing: Knowledge Translation untuk Indonesia di Era Disrupsi”, Prof Mundakir membahas masalah psikososial.

Baca Juga:  Unesa Kukuhkan 9 Guru Besar Baru, Targetkan 50 Profesor sepanjang 2026 Menuju World Class University

Menurutnya, masalah psikososial tidak selalu berkaitan dengan gangguan jiwa berat, melainkan tekanan mental yang dialami masyarakat sehari-hari, seperti stres, depresi, merasa kesepian, hingga mudah marah.

“Psikososial itu adalah tekanan jiwa yang dialami masyarakat. Bentuknya bisa depresi, stres, merasa sendiri, mudah marah dan lain-lain. Masalah itu sebenarnya banyak di masyarakat, namun tidak terdeteksi atau tidak dianggap serius,” terangnya.

Sedangkan, Prof Lina, dalam paparannya menyoroti soal pendidikan yang saat ini tidak lagi cukup hanya dengan fokus pada transfer pengetahuan.

Baca Juga:  Guru Besar ITS Kembangkan Pembelajaran Adaptif dan Berbasis Articial Intelligence

Menurutnya, perubahan paradigma menuntut peserta didik memiliki kompetensi abad 21, seperti berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.

Meski demikian, realitas pendidikan nasional masih menghadapi berbagai problematika, mulai dari pendekatan pembelajaran yang masih berpusat pada guru hingga rendahnya kemampuan reflektif peserta didik.

“Di sinilah urgensi metakognitif menjadi sangat penting. Peserta didik tidak hanya belajar ‘apa’, tetapi juga ‘bagaimana mereka belajar’,” tegasnya.

Dengan dikukuhkannya dua guru besar baru ini menjadi tonggak bagi Umsura yang tengah memantapkan diri menjadi Kampus Para Juara dengan visi Moral Integrity, Intellectual Excellence, Global Competitiveness. (aci)