Haji 2026
Embarkasi Surabaya Terapkan Sistem One Stop Service Permudah Penerimaan Jemaah Calon Haji 2026
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Musim haji 2026, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya menghadirkan inovasi baru dalam layanan kepada jemaah calon haji.
Sistem One Stop Service (OSS) akan diterapkan bagi para jemaah untuk mempermudah proses administrasi dan keberangkatan.
Penyelenggaraan ibadah haji 2026 menghadirkan inovasi baru dalam layanan jemaah. Penerimaan jemaah calon haji di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) di Sukolilo menggunakan sistem one stop service (OSS) untuk mempermudah proses administrasi dan keberangkatan.
Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Haji PPIH Embarkasi Surabaya Ahmad Mudhofar mengatakan, sistem itu mengintegrasikan seluruh tahapan layanan dalam satu alur yang lebih efisien.
Menurutnya, jemaah tidak lagi harus berpindah-pindah lokasi untuk mengurus berbagai keperluan seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Semua proses kini dilakukan dalam satu rangkaian di aula penerimaan. Sehingga, jemaah lebih mudah dan tidak kelelahan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Mudhofar menjelaskan, tahapan utama dalam layanan OSS meliputi pemeriksaan kesehatan akhir untuk memastikan kelayakan terbang, verifikasi dokumen seperti paspor dan visa, pembagian gelang identitas serta Kartu Nusuk, hingga penyerahan uang saku (living cost) sebanyak 750 Riyal Arab Saudi.
Berbeda dari tahun sebelumnya, Kartu Nusuk kini sudah diterima jemaah sejak di embarkasi, tidak lagi menunggu saat tiba di Tanah Suci.
Selain itu, pengaturan jemaah juga dibedakan berdasarkan nomor kloter. Kloter ganjil akan ditempatkan di Mina, sedangkan kloter genap di Muzdalifah.
“Setelah menyelesaikan seluruh tahapan, jemaah langsung diarahkan menuju kamar asrama untuk beristirahat sebelum diberangkatkan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, jemaah dengan risiko tinggi (risti) mendapat prioritas untuk menjalani proses lebih awal. Namun, para jemaah diingatkan pentingnya kedisiplinan dalam memperhatikan barang bawaan.
“Paspor harus dibawa jemaah karena akan digunakan untuk pemeriksaan di Tanah Suci,” pungkasnya. (aci)

