Pendidikan
Employer Meeting Pascasarjana Unair Hadirkan Bupati Lamongan dan Gresik

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair) menggelar Employer Meeting bertajuk Sustainability with Collaborative Leadership dengan menghadirkan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Surabaya.

Direktur Sekolah Pascasarjana Unair Prof Dr dr Achmad Chusnu Romdhoni SpTHTBKL SubspOnk (K) FICS mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merajut kembali potensi alumni untuk keberlanjutan bangsa.

Menurutnya, kekuatan institusi pendidikan kini terletak pada sejauh mana para lulusannya mampu berkolaborasi di dunia nyata.

“Keberlanjutan sebuah negara tidak bisa dikerjakan secara parsial. Kolaborasi antar-alumni dengan institusi ini akan memberikan dampak yang lebih luas untuk menjaga sustainability atau keberlanjutan bangsa,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga:  FTMM Unair Perluas Jejaring Global dan dan Reputasi Internasional lewat SMARTA 2026

Prof Romdhoni menilai kontribusi Bupati Lamongan dan Bupati Gresik selama ini sangat signifikan dalam membuka wawasan mahasiswa melalui praktik nyata di lapangan.

“Beliau-beliau ini banyak memberikan masukan berupa ide dan kesempatan untuk menunjukkan sumber daya yang ada di lokasi masing-masing, sehingga bisa memberikan inspirasi dan membuka wawasan mahasiswa,” ungkapnya.

“Melalui program seperti KKN atau kerja sama industri, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat langsung bagaimana kebijakan publik diimplementasikan,” sambungnya.

Baca Juga:  Kemendukbangga/BKKBN Jatim Gelar Rakorda Program Bangga Kencana 2026 Fokus Turunkan Stunting

Bupati Lamongan Yuhronur Effendi memaparkan keberhasilan wilayahnya dalam memacu sektor agro maritim.

“Lamongan mencatatkan produksi padi sebesar 1,33 juta ton pada 2025 yang memperkuat ketahanan pangan daerah. Penguatan agro maritim di Kabupaten Lamongan terus kita dorong menjadi sumber kekuatan utama karena kita punya potensi pertanian dan perikanan yang luar biasa,” terangnya.

Menurutnya, pengelolaan potensi lahan harus berjalan dari hulu hingga hilir secara terintegrasi. Keunggulan kualitas sumber daya manusia petani setempat menjadi faktor kunci produktivitas yang melampaui wilayah lain.

“Yang membedakan adalah kinerja sumber daya manusianya memang ‘megilan’ (Mandiri, Elegan, enerGik, Inovatif, Loyalitas, Adaptif, dan Nyaman). Sumber daya manusia yang jika dikelola dengan baik tentu akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” ungkapnya.

Baca Juga:  Polytron Gagas Program Pelatihan dan Pendampingan Bisnis untuk Bantu UMKM Naik Level

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menonjolkan posisi strategis wilayahnya sebagai pusat industri dan logistik nasional.

Dukungan belasan pelabuhan aktif menjadikan Gresik sebagai urat nadi distribusi barang di Jawa Timur. “Gresik menjadi salah satu pusat distribusi barang dan aktivitas ekspor-impor,” tegasnya.

Menurutnya, pengembangan kawasan industri terintegrasi seperti JIIPE terus dipacu untuk menopang pertumbuhan kawasan metropolitan.

Ia optimistis kepemimpinan kolaboratif mempercepat penguatan rantai pasok dalam aktivitas perdagangan regional.

“Gresik berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional melalui sektor industri, perdagangan, dan logistik,” pungkasnya. (aci)