Haji 2026
Irjen Kemenhaj Tinjau PLHUT Malang, Tekankan Pentingnya Soliditas Petugas Haji

MALANG, SURYAKABAR.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia terus mematangkan persiapan operasional penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M.

Langkah yang dilakukan Kemenhaj RI di antaranya dengan melakukan pemantauan dan pengawasan PPIH Kloter, Petugas Haji Daerah (PHD) dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Pemantauan dan pengawasan tersebut salah satunya di wilayah Malang Raya dengan melakukan peninjauan untuk memastikan kesiapan seluruh instrumen pelayanan dan koordinasi lintas sektor demi memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah haji.

Inspektur Jenderal Kemenhaj, Dendi Suryadi dalam arahannya di hadapan para petugas, menekankan, pengawasan tahun ini akan dilakukan secara lebih ketat dan menyeluruh.

Baca Juga:  42.409 Jemaah Calon Haji Jatim Berangkat sesuai Jadwal, Kloter Pertama 22 April 2026

“Fokus utama pemantauan meliputi kesiapan dokumen administrasi, skema pemberangkatan, hingga manajemen mitigasi krisis di lapangan untuk memastikan tidak ada kendala berarti saat operasional dimulai,” ujar Dendi di Aula PLHUT Kota Malang, Sabtu (4/4/2026).

​Kegiatan ini menjadi ajang koordinasi intensif bagi para pemangku kepentingan di wilayah Malang Raya untuk menyamakan persepsi dan langkah taktis di lapangan, memastikan seluruh lini pelayanan bergerak dalam satu visi yang sama.

“Keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji bukanlah tanggung jawab individu atau satu unit semata, melainkan buah dari kerja kolektif yang solid,” tegasnya.

Baca Juga:  Kemenhaj Antisipasi Dinamika Timur Tengah dan Matangkan Persiapan Haji 2026

Dendi secara khusus menyoroti pentingnya membangun kohesivitas yang kuat serta rasa peduli sesama petugas. Menurutnya, atmosfer kerja yang harmonis dan saling mendukung di internal petugas akan berbanding lurus dengan kualitas empati yang diberikan kepada jemaah di Tanah Suci.

Dendi kembali menegaskan kesuksesan pelayanan haji yang masif hanya bisa diraih melalui mentalitas yang tangguh dan kepedulian yang konkret dari setiap personelnya.

Baca Juga:  Banyuwangi Kian jadi Favorit Jujugan Wisata, Penumpang dan Pergerakan Pesawat Bandara Banyuwangi Terus Meningkat

​”Sesuatu yang besar harus dimulai dari semangat yang besar pula. Saya instruksikan kepada seluruh petugas, baik PPIH, TKHK (Tenaga Kesehatan Haji Kloter) hingga rekan-rekan dari KBIHU dan PHD, untuk senantiasa menjaga kekompakan dan mempererat kohesivitas tim,” tegas Dendi.

“Tumbuhkan rasa peduli sesama petugas; prinsipnya sederhana, yang muda bantu yang tua, yang sehat bantu yang sakit. Jika ada rekan yang kesulitan, segera bantu. Hanya dengan kerja sama yang tulus dan kepedulian antar sesama petugas, kita dapat mewujudkan pelayanan yang total terhadap jemaah. Kehadiran kita di sini adalah memastikan jemaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan mabrur,” tandasnya. (*)