Atlet Jatim Sumbang Medali Terbanyak bagi Indonesia di Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2026 di Tianjin

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Kontingen Jatim menyumbang medali terbanyak bagi Indonesia di Kejuaraan Dunia Wushu Junior X/2026 yang digelar di Tianjin, Tiongkok, 23–31 Maret 2026.

Di event tersebut Indonesia meraih 9 emas, 11 perak, dan 7 perunggu. Dari total raihan medali itu, atlet wushu Jatim menjadi penyumbang medali terbanyak yakni 4 emas, 5 perak, dan 3 perunggu.

Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Pengprov Wushu Jatim, Bambang Sukendra Setyadi, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian atlet wushu Jatim.

Baca Juga:  431 Atlet Tampil di Kejurprov Woodball Jatim I di Tulungagung

“Alhamdulillah, atlet-atlet Jatim mampu memberikan hasil terbaik dan menyumbang medali terbanyak dibanding daerah lain,” ujar Bambang Sukendra Setyadi, Rabu (1/4/2026).

Atlet wushu Jatim yang berlaga antara lain Utiqo Romadlona Ummi Auna, Vini Nur Azizah, Piper Danielle Tirto, Clara Abigail, dan Bradley Jason. Mereka didampingi pelatih Probo Muljono.

Baca Juga:  Porprov Jateng 2026 Diharapkan Jadi Pengungkit Perekonomian Daerah, Semarang Raya Jadi Tuan Rumah
Baca Juga:  PSSI Pastikan Seluruh Proses Naturalisasi Pemain Keturunan Sah, Penjelasan PSSI Terkait Status Pemain Timnas di Kompetisi Eredivisie

Dari lima atlet tersebut, Clara Abigail tampil gemilang dengan menyabet 2 emas dan 1 perak. Disusul Auna dengan 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu, serta Vini yang meraih 1 emas dan 1 perak. Sementara Piper dan Bradley masing-masing menyumbangkan 1 perak dan 1 perunggu.

Bagaimana kontribusi provinsi lain? Atlet DKI Jakarta meraih 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Jawa Tengah menyumbang 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu, sedangkan Lampung memperoleh 1 perak dan 1 perunggu. Sementara Jawa Barat belum berhasil menyumbangkan medali.

Bambang menegaskan, keberhasilan ini merupakan buah kerja keras atlet dan pelatih selama menjalani persiapan. “Hasil ini menjadi bukti, pembinaan berjalan baik dan mampu mengharumkan nama Jawa Timur serta Indonesia di kancah dunia,” pungkasnya. (*)