Pendidikan
Fakultas Kedokteran Gigi Unair Duduki 51 QS World University Rankings Dentistry 2026
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Universitas Airlangga (Unair) mempertegas posisinya sebagai salah satu pusat unggulan pendidikan dan riset di bidang kesehatan, baik di tingkat nasional maupun global.
Terbaru, berdasarkan rilis QS World University Rankings (WUR) by Subject 2026, tiga fakultas di Unair sebagai yang terbaik nomor 1 di Indonesia sekaligus kompetitif di level dunia.
Yakni, Dentistry (Fakultas Kedokteran Gigi) menempati peringkat 51-100 dunia (peringkat 1 nasional), Veterinary Science (Fakultas Kedokteran Hewan) peringkat 51-100 dunia (peringkat 1 nasional), serta Pharmacy & Pharmacology (Fakultas Farmasi) peringkat 251-300 dunia (peringkat 1 nasional).
Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (FKG Unair) Prof Dr drg Muhammad Luthfi MKes PBO mengatakan, capaian prestasi di peringkat 51 dari 150 Top 10% Global Dentistry menjadi motivasi dan kebanggaan tersendiri bagi sivitas akademika FKG Unair.
“Ini tak luput dari kerja keras dari semua pihak karena ini bukan merupakan suatu capaian pimpinan ataupun pribadi dari pada masing-masing staf, tetapi merupakan suatu rangkaian proses dari kebersamaan, berkolaborasi antara tenaga kependidikan, alumni, dosen-dosen dengan luaran publikasi proses pendidikan dan pengabdian masyarakat yang diakui dunia ini membuat kita masuk jajaran Top 50,” ujarnya usai menghadiri Halal Bihalal di Ruang Kuliah B FKG Unair, Rabu (1/4/2026).
Prof Luthfi menjelaskan, pemeringkatan QS WUR by Subject merupakan salah satu acuan global paling komprehensif yang mengevaluasi perguruan tinggi berdasarkan lebih dari 50 bidang ilmu dalam lima klaster utama. Yakni Arts & Humanities, Engineering & Technology, Life Sciences & Medicine, Natural Sciences, serta Social Sciences & Management.
“Pemeringkatan ini dirancang untuk membantu mahasiswa dan pemangku kepentingan memahami kekuatan spesifik suatu institusi pada bidang tertentu,” jelasnya.
Dalam metodologinya, QS menggunakan indikator utama berupa academic reputation dan employer reputation yang dihimpun dari survei global akademisi dan industri.
Selain itu, kualitas riset diukur melalui citations per paper dan H-index, yang bersumber dari basis data ilmiah internasional seperti Scopus. Pada level bidang besar, QS juga mempertimbangkan jejaring kolaborasi riset internasional (International Research Network).
“Capaian ini merupakan suatu capaian yang spektakuler, sebetulnya ya prestasi yang sangat membanggakan tetapi dengan capaian ini maka akan muncul tantangan-tantangan yang lebih besar. Oleh karena itu, kami berharap nanti semua sivitas akademika ini bahu-membahu tetap melakukan suatu proses peningkatan updating baik riset maupun aplikasinya,” tegasnya.
Pihaknya juga tetap menggandeng semua pihak, mulai dosen dan tenaga kependidikan aktif, dosen dan tenaga kependidikan purna, hingga para alumni untuk ikut membangun FKG Unair bisa mencapai suatu prestasi.
“Oleh karena itu, kita jalani terus kebersamaan begitu pula para mahasiswa dengan prestasi-prestasi, baik nasional maupun internasional yang merupakan satu penopang indikator dari perangkingan,” pungkasnya. (aci)


