Pendidikan
Dies Natalis ke-71 Unair, Capaian Inovasi dan Prestasi Internasional Meningkat
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Universitas Airlangga (Unair) memperingati Dies Natalis ke-71 dengan bukti capaian prestasi dan inovasi yang meningkat tajam.
Rektor Unair Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin mengatakan, capaian prestasi mahasiswa Unair di tingkat nasional dan regional menunjukkan peningkatan luar biasa.
“Dari hanya 43 prestasi pada 2020, jumlahnya melonjak menjadi 1.029 prestasi pada 2025, atau naik sebesar 2.293 persen,” ujar Prof Madyan seusai memimpin Sidang Dies Natalis ke-71 Unair di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen, Kampus C Unair MERR Surabaya, Selasa (11/11/2025).
Prof Madyan menyebut, tidak hanya di tingkat regional dan nasional, mahasiswa Unair juga turut meraih prestasi di tingkat internasional.
Hal ini terbukti dari lonjakan prestasi hingga 349 persen dari 479 mahasiswa pada 2020 menjadi 2.138 mahasiswa pada 2025.
“Faktor keberlanjutan ini juga dibuktikan dengan penganugerahan Certificate of Compliance dan UI GreenMetric Trees Rating sebagai bentuk pengakuan atas komitmen tinggi terhadap pembangunan kampus berkelanjutan,” katanya.
Prof Madyan menegaskan, Unair terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Tiga produk unggulan menjadi bukti, riset yang dilakukan tidak berhenti di laboratorium, namun telah berhasil melangkah menuju hilirisasi dan komersialisasi.
Pertama, Vaksin ASF dan PMK dari Fakultas Kedokteran Hewan, merupakan hasil kolaborasi dengan PT Biotis Pharmaceuricals Indonesia dan Badan Karantina Indonesia.
Kedua, AirbiliNest, alat fototerapi portable dari Fakultas Kedokteran, bekerja sama dengan PT Astra Komponen Indonesia dan PT IDS Medical System Indonesia. Ketiga, X-Manibus, robot terapi berbasis Internet of Things dari Fakultas Sains dan Teknologi.
“Ketiga produk ini mencerminkan semangat Unair untuk terus menghadirkan solusi bagi bangsa, mengubah pengetahuan menjadi kemanfaatan, serta memperkuat posisi Unair sebagai World Class Entrepreneurial University yang berdaya saing global,” tegasnya.
Menurutnya, Unair akan terus memperkuat komersialisasi hasil riset dan kewirausahaan berbasis HKI. Sehingga, setiap karya ilmiah tidak berhenti pada publikasi, melainkan mampu bertransformasi menjadi produk dan solusi nyata bagi masyarakat.
Selain itu, Unair memiliki lebih dari 50 start-up binaan dari berbagai lintas disiplin yang menggabungkan sains, teknologi, dan nilai kemanusiaan.
Melalui ATAVI (Airlangga Start-up and Innovation) dan ASC (Airlangga Start-up Center), Unair terus melakukan pendampingan bisnis, pelatihan inovasi, serta kolaborasi industri melalui bootcamp, mentoring, dan business matching.
“Start-up binaan ATAVI mencakup berbagai bidang, mulai dari kesehatan, bioteknologi, pangan, agrikultur, hingga teknologi digital dan lingkungan,” ungkapnya.
Selain itu, ATAVI bukan hanya menjadi wadah pengembangan ide inovatif, namun juga motor penggerak ekonomi kreatif berbasis pengetahuan dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Unair berkomitmen melahirkan wirausaha riset unggul yang tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, namun juga memperkuat posisi Indonesia dalam kancah inovasi global,” pungkasnya. (aci)

