Ramadhan 2026
Komunitas Tuli Unesa Gelar Program Mengaji Alquran Isyarat selama Ramadhan 1447 Hijriah
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Sebanyak 27 mahasiswa disabilitas rungu yang tergabung dalam Komunitas Tuli Universitas Negeri Surabaya (KotuNesa) mengikuti Program Mengaji Alquran Isyarat, Senin (2/3/2026) sore.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitul Makmur komplek kampus Unesa Ketintang Surabaya ini digelar tiap Senin dan Kamis selama Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi mulai pukul 15.30 WIB hingga waktu berbuka puasa.
Direktur Disabilitas Unesa Prof Budiyanto mengatakan, selain sebagai bentuk komitmen Unesa sebagai kampus inklusif, program ini merupakan agenda rutin tahunan yang telah berjalan sejak dua tahun lalu pada saat Ramadhan.
“Untuk tahun ini, tercatat sebanyak 27 mahasiswa disabilitas rungu, atau yang lebih akrab disapa Komunitas Tuli, terdaftar sebagai peserta,” ujarnya di sela Mengaji Alquran Isyarat.
Prof Budiyanto menjelaskan, program ini bertujuan agar mahasiswa secara personal dapat memperdalam ilmu agama, sekaligus mengedukasi Juru Bahasa Isyarat (JBI) agar memahami isyarat hijaiyah untuk kebutuhan penerjemahan di berbagai event pengajian.
“Penggerak utama atau “motor” dari kegiatan ini adalah Komunitas Tuli Unesa (KotuNesa). Pelatih yang bertugas merupakan mahasiswa tingkat akhir dari program studi (prodi) Pendidikan Khusus yang juga menguasai bahasa isyarat dengan fasih,” jelasnya.
Metode pembelajaran dilakukan secara langsung menggunakan bahasa isyarat. Materi yang diajarkan cukup komprehensif, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah isyarat hingga membaca surat-surat pendek dalam Alquran.
Ketua Pelaksana Program Mengaji Alquran Isyarat Unesa Syaifudin Fitroh mengatakan, selain fokus pada Alquran isyarat, para peserta juga dibekali dengan materi keislaman lainnya.
“Beberapa mahasiswa memang belum menguasai Alquran isyarat. Tetapi kami juga memberikan materi tentang tauhid, tata cara wudu, hingga tata cara salat,” ungkapnya.
Saat ini, Unesa menaungi lebih dari 130 mahasiswa disabilitas dari berbagai ragam, mulai dari tuli, tunanetra, disabilitas fisik, hingga autis.
Selain program isyarat bagi komunitas tuli, Unesa juga memfasilitasi mahasiswa tunanetra untuk mengaji menggunakan Alquran Braille sebagai bagian dari program berkelanjutan di lingkungan kampus. (aci)


