Nataru 2025/2026
Dishub Jatim Batasi Truk Material Selama Dua Pekan, Lalu Lintas Lebih Aman Saat Nataru 2025/2026
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah pembatasan operasional angkutan barang tertentu demi menekan kepadatan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Kepala Dishub Jatim, Nyono menegaskan, kebijakan ini tidak diberlakukan untuk seluruh jenis angkutan barang mulai 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 dengan pengaturan waktu tertentu.
Menurutnya, pembatasan hanya menyasar truk pengangkut material yang dinilai berpotensi memperparah kemacetan saat mobilitas masyarakat meningkat.
“Yang dibatasi itu angkutan material, seperti pasir, batu, besi. Itu yang tidak boleh beroperasi selama masa pembatasan,” ujar Nyono, usai Sosialisasi Normalisasi Kendaraan Lebih Dimensi, di Pasar Puspa Agro, Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Selasa (16/12/2025).
Dishub Jatim memastikan angkutan logistik penting tetap diberi kelonggaran. Distribusi sembilan bahan pokok, air minum, obat-obatan, kebutuhan masyarakat, hingga barang ekspor tetap diperbolehkan agar aktivitas ekonomi dan kebutuhan harian warga tidak terganggu selama libur Nataru.
“Kalau angkutan sembako, air, obat, dan kebutuhan masyarakat lainnya tetap boleh jalan. Yang dibatasi hanya angkutan material tadi,” jelasnya.
Pembatasan operasional truk material ini direncanakan berlangsung selama sekitar dua pekan sepanjang periode Nataru.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu memberi ruang lebih luas bagi kendaraan pribadi dan angkutan penumpang yang meningkat signifikan saat mudik dan arus balik.
“Kita tunda sementara sekitar dua minggu supaya masyarakat yang mudik dan balik Nataru bisa lebih lancar, jalannya tidak terlalu macet,” katanya.
Selain pengaturan lalu lintas, Dishub Jatim juga mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Kondisi kendaraan harus dipastikan layak jalan sebelum berangkat, terutama bagi pengendara yang menempuh jarak jauh.
“Kami berpesan agar seluruh pengguna jalan mempersiapkan kendaraannya dengan baik. Periksa kondisi kendaraan sebelum berangkat,” imbau Nyono.
Pengendara juga diminta tidak memaksakan diri saat kelelahan, menjaga kecepatan, serta meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan wisata air yang berisiko tinggi saat cuaca kurang bersahabat.
“Kalau lelah segera berhenti, jangan dipaksakan. Kendalikan kecepatan dan waspada di tempat wisata air, karena prediksi cuaca juga kurang bagus,” pesannya. (sat)


