PT SGN dan Kementan Bangkitkan Industri Gula Nasional di Klaten melalui Program Bongkar Ratoon
SURABAYA, SURYAKABAR.com – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan Kementerian Pertanian (Kementan) bersinergi dalam mendorong kebangkitan industri gula nasional serta peningkatan produktivitas tebu melalui Program Bongkar Ratoon, salah satunya di Kabupaten Klaten.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya PT SGN untuk mengoptimalkan potensi perkebunan tebu di Klaten, sekaligus menghidupkan kembali kejayaan daerah tersebut sebagai salah satu wilayah yang memiliki sejarah dan potensi dalam industri pergulaan.
Melalui peremajaan tanaman tebu, PT SGN mendorong peningkatan produktivitas lahan, kualitas bahan baku, serta keberlanjutan pasokan tebu bagi industri gula.
Program Bongkar Ratoon dilakukan dengan mengganti tanaman tebu yang telah mengalami penurunan produktivitas dengan tanaman baru yang lebih potensial.
Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi tebu per hektare, memperbaiki kualitas tanaman, serta mendorong peningkatan rendemen gula. Sehingga, produktivitas perkebunan dapat semakin optimal dan memberikan dampak ekonomi yang lebih baik bagi petani.
Direktur Utama PT SGN Mahmudi mengatakan, penguatan sektor hulu merupakan salah satu prioritas perusahaan dalam membangun industri gula yang berdaya saing.
Menurutnya, peningkatan produktivitas tebu harus dilakukan secara terintegrasi melalui peremajaan tanaman, penguatan kemitraan, serta pendampingan kepada petani.
“Kami melihat Klaten memiliki potensi besar untuk kembali menjadi salah satu kekuatan dalam industri pergulaan. Melalui Program Bongkar Ratoon, PT SGN ingin mendorong peningkatan produktivitas tebu secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan petani dan pemerintah,” ujarnya, Senin (2/11/2026).
Mahmudi menegaskan, keberhasilan industri gula sangat ditentukan oleh kualitas bahan baku yang dihasilkan dari perkebunan. Sehingga, PT SGN terus mendorong transformasi pengelolaan perkebunan tebu melalui penerapan budidaya yang lebih baik, penggunaan varietas unggul, serta optimalisasi potensi lahan.
Sinergi bersama Kementan menjadi elemen penting dalam mempercepat pelaksanaan program tersebut. Dukungan pemerintah melalui kebijakan dan program pengembangan perkebunan diharapkan dapat memperkuat upaya peremajaan tanaman serta meningkatkan kapasitas produksi tebu nasional.
Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Heru Tri Widarto menjelaskan, Kabupaten Klaten memiliki sejarah panjang dalam industri pergulaan nasional.
Menurutnya, Klaten pernah menjadi salah satu sentra produksi gula terbesar di Indonesia dengan keberadaan sembilan pabrik gula yang menjadi bagian dari kejayaan industri gula di wilayah tersebut.
“Melalui program Bongkar Ratoon, kita dorong peningkatan produktivitas tebu, peremajaan tanaman, serta penguatan peran petani. Kami berharap sinergi antara pemerintah, PT SGN, dan seluruh pemangku kepentingan dapat menjadi momentum kebangkitan industri gula di Klaten,” jelasnya.
Melalui program ini, PT SGN berharap pengembangan perkebunan tebu di Klaten dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pasokan bahan baku industri gula sekaligus memperkuat ekosistem kemitraan antara perusahaan dan petani.
Penguatan sektor hulu diharapkan berjalan selaras dengan optimalisasi kapasitas pengolahan di pabrik gula sehingga tercipta rantai produksi gula yang semakin efisien. (aci)

