Pendidikan
Khusnul Yakin, Mantan Pemain Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia Raih Gelar Sarjana di Umsura
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Momen penuh haru dan inspiratif tersaji dalam prosesi wisuda ke-55 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) di Dyandra Convention Center Surabaya, Minggu (1/11/2026).
Khusnul Yakin, Pendiri Persatuan Sepak Bola Amputasi Surabaya (Persas) sekaligus mantan pemain Tim Nasional Sepak Bola Amputasi Indonesia, resmi menyandang gelar sarjana hukum melalui jalur beasiswa atlet.
Di balik keberhasilannya menyelesaikan pendidikan tinggi, Khusnul menyimpan kisah perjuangan hidup yang luar biasa.
Terlahir sebagai penyandang disabilitas daksa (tuna daksa) dengan kondisi kaki kanan yang tumbuh tidak sempurna akibat infeksi toksoplasma sejak kecil, ia tidak pernah menjadikan keterbatasan fisik sebagai halangan.
Dukungan penuh dari mendiang kedua orang tuanya sejak TK hingga SMA membuat Khusnul tumbuh tanpa pernah dibatasi kondisi fisiknya.
Kecintaannya pada sepak bola membawanya berkelana mencari komunitas hingga akhirnya bergabung dengan klub sepak bola amputasi di Madura pada 2021, sebelum akhirnya ia bersama rekan-rekannya mendirikan Persatuan Sepak Bola Amputasi Surabaya (Persas) pada 14 Februari 2022.
Perjuangan Menembus Timnas hingga Ujian Hidup
Meski berawal dari klub kecil beranggotakan enam orang tanpa dukungan penuh dari pemerintah kota saat itu, kerja keras Khusnul terbayar ketika ia mendapat panggilan untuk memperkuat Tim Nasional Sepak Bola Amputasi Indonesia di ajang Piala Dunia Sepak Bola Amputasi di Turki pada 2022.
Namun, jalan menuju impian tersebut tidaklah mudah. Seminggu sebelum keberangkatan ke Turki, Khusnul mengalami cedera lutut akibat pengapuran.
Di tengah rasa kecewa karena persiapan berbulan-bulan seolah sia-sia, ia harus menghadapi cobaan berat lainnya ketika sang ibu terserang stroke tiga bulan pasca-piala dunia, hingga akhirnya berpulang tak lama setelah Khusnul menerima beasiswa kuliah di Umsura.
“Hari ini saya berdiri di sini tanpa kehadiran Mama dan Papa. Namun saya percaya, jika mereka masih ada, mereka juga akan bangga melihat saya berdiri di podium ini,” ujar Khusnul penuh haru dalam pidatonya di hadapan para wisudawan.
Pesan untuk Penyandang Disabilitas dan Masa Depan Persas
Dalam pidatonya, Khusnul juga menghadirkan rekan seperjuangannya di Timnas Amputasi, Fredo Dimas Saputra, atlet yang sukses membawa Indonesia menjadi runner-up kualifikasi Piala Dunia di Bangladesh pada 2022, yang turut hadir sebagai wisudawan.
Ke depan, Khusnul bertekad untuk terus membesarkan Persas serta membuka ruang seluas-luasnya bagi kawan-kawan difabel yang ingin menjadi atlet atau pelatih.
Ia juga menitipkan pesan kepada pemerintah dan berbagai pihak agar semakin memberikan perhatian lebih kepada penyandang disabilitas, terutama dalam hal kesempatan kerja.
“Jika hari ini kita berhasil sampai di titik ini, jangan lupa untuk membuka jalan bagi orang lain agar mereka juga bisa merasakan kesempatan yang sama,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Khusnul dan Fredo mendapatkan beasiswa magister atau S2 Hukum dari Umsura yang diserahkan langsung Rektor Mundakir di hadapan para wisudawan. (aci)


