Pendidikan
SMP Muhammadiyah 5 Surabaya Peringati Hari Pahlawan 2025, Sajikan Aksi Teatrikal, Pawai hingga Buku Program Literasi
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Memperingati Hari Pahlawan, SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya (Spemma) menggelar berbagai kegiatan di sekolah setempat, Senin (10/11/2025).
Mulai dari apel, pawai, teatrikal, peluncuran buku karya siswa dalam program literasi, serta berbagai lomba yang diikuti para siswa.
Kepala SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya Misbach Noehruddin SSi MM mengatakan, kegiatan bertema pahlawan tersebut diikuti seluruh siswa Spemma.
Menurutnya, ada empat lomba yang digelar yakni catur, fashion show, pembacaan pidato Bung Tomo, serta Mobile Legends.
“Untuk pawai, para siswa mengenakan tiga pakaian tema berbeda. Kelas 7 yaitu pahlawan tempo dulu, kelas 8 baju adat, dan kelas 9 profesi,” ujar Misbach.
Sedangkan, untuk aksi teatrikal mengusung tema kepahlawanan. Melalui teatrikal ini, pihak sekolah ingin menampilkan bagaimana perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang dulu memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
“Pesan pada Hari Pahlawan ini untuk menyemangati anak-anak karena dulu kan (pahlawan) berjuang dengan gigih, dengan berat yang dipertahankan dengan air mata, darah dan nyawa, itu semua bisa menginspirasi lewat teatrikal dan acara kegiatan ini biar anak-anak lebih semangat,” ungkapnya.
“Tapi, saat ini kan tidak harus dengan senjata atau bom, dan lain-lain mungkin saat ini anak-anak bisa dengan buku yang launching buku itu dengan laptop. Intinya untuk menginspirasi anak-anak berkarya setiap hari dan berguna bagi bangsa dan negara,” sambungnya.
Misbach menjelaskan, buku di program literasi ini murni karya dari para siswa dan pertama kali dikenalkan kepada masyarakat umum.
“Jadi, seminggu setiap kali pertemuan bermacam-macam judulnya ada tentang profesi, kepahlawanan, kemudian dirangkum jadi satu dalam sebuah buku dan biar semua anak-anak berkarya,” jelasnya.
Salah satu siswa, Raden Mochammad Erzalmiraj Aziizurrahman mengaku bangga bisa terlibat dalam aksi teatrikal bersama 20 siswa yang tergabung dalam Ekstrakurikuler Teater Spemma. Dalam teatrikal ini, siswa Kelas 9B itu memerankan sebagai tentara Belanda.
“Teatrikal ini menceritakan tentang kisah seorang pahlawan dari Timur, yaitu Kapitan Pattimura. Ceritanya berawal dari tentara Belanda yang datang ke Tanah Maluku untuk merebut rempah-rempah dan benteng di Saparua. Setelah itu, Kapitan Pattimura mengajak masyarakat untuk melawan para tentara Belanda tersebut akhirnya Pattimura wafat,” terangnya.
Erza mengatakan, mempersiapkan waktu selama dua minggu untuk penampilan teatrikal ini. Menurutnya, kesulitan utamanya yakni dalam mengatur waktu antara sekolah dan latihan. Meski demikian, ia senang penampilan teatrikal berjalan aman dan lancar.
“Melalui teatrikal ini, pesannya untuk selalu berjuang bersama, berjuang melawan penjajah yang banyak harus dengan kebersamaan dengan persatuan dan kekompakan,” pungkasnya. (aci)


