NGOPI SORE, Cara BRI, BEI dan Pegadaian Kolaborasi Edukasi Investasi Pasar Modal di Coffee Shop Surabaya

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Kolaborasi PT BRI Danareksa Sekuritas Surabaya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Wilayah Jawa Timur, dan PT Pegadaian Regional Jawa Timur menggagas program NGOPI SORE.

Program ini merupakan akronim dari Ngobrol Seputar Investasi Saham, Obligasi, dan Reksadana.

Konsepnya unik, karena edukasi investasi pasar modal ini dilakukan di tempat yang tidak biasa. Yakni, di coffee shop dan diskusi digelar dalam suasana santai sambil minum kopi gratis sesuai pilihan rasa masing-masing.

Diskusi santai yang informatif dan aplikatif ini diikuti masyarakat umum hingga generasi muda yang ingin belajar dan memahami seputar investasi pasar modal.

Program edukasi ini semakin menarik karena digelar di Galeri Investor Cafe pertama di Surabaya, yakni The Gade Coffee Surabaya, Kantor Pegadaian Regional Jawa Timur, kawasan Jalan Dinoyo Surabaya.

Branch Manager BRI Danareksa Sekuritas Surabaya Taufan Febiola mengatakan, edukasi investasi memang harus mengikuti perubahan gaya hidup masyarakat, khususnya anak muda yang kini lebih banyak menghabiskan waktu di coffee shop.

Baca Juga:  BEI: Free Float Rendah Berdampak Langsung pada Kualitas Perdagangan dan Saham Tidur Emiten

“Kalau di kampus sudah ada galeri investasi, di sekolah ada galeri edukasi. Tapi, masyarakat umum membutuhkan tempat belajar yang lebih santai dan nyaman. Sekarang anak muda sukanya nongkrong di coffee shop, jadi kami melihat tempat seperti ini sangat tepat untuk edukasi investasi,” ujarnya, Jumat (8/5/2026) sore.

Taufan menyebut, program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan seluruh ekosistem pasar modal untuk memperluas akses literasi keuangan kepada masyarakat.

“Kami bersama regulator, Bursa Efek Indonesia, dan perusahaan sekuritas terus berupaya memberikan akses edukasi yang lebih luas agar masyarakat lebih mudah dan nyaman belajar investasi,” ungkapnya.

Taufan menjelaskan, tidak hanya untuk investor pemula, program ini juga terbuka bagi trader berpengalaman yang ingin mendapatkan pembaruan pasar hingga konsultasi portofolio.

“Kegiatan belajar investasi saham sambil ngopi gratis ini terbuka untuk semua. Mulai investor pemula sampai trader berpengalaman bisa mendapat market update, konsultasi portofolio, hingga mengenal lebih dalam produk pasar modal seperti Reksa Dana, Obligasi, Saham hingga Gadai Efek,” jelasnya.

Baca Juga:  OJK, BEI Jatim dan PT Bahana Sekuritas Resmikan Kampung Investor Saham, Tingkatkan Literasi Keuangan Warga

Taufan menegaskan, suasana santai menjadi nilai utama yang ingin dihadirkan dalam program ini. Ia mengaku akan rutin hadir langsung untuk berdiskusi dan melayani masyarakat yang ingin belajar investasi.

“Saya sendiri akan rutin ngantor di sini supaya masyarakat punya tempat belajar investasi yang konsisten dan mudah diakses,” tegasnya.

Kepala Wilayah Jawa Timur PT Bursa Efek Indonesia Cita Mellisa mengatakan, Galeri Investor Cafe ini pertama kali diresmikan pada 2022 dan menjadi Galeri Investasi BEI ke-24 di Surabaya saat itu.

“Harapannya masyarakat Surabaya punya media belajar investasi saham yang santai, tidak formal, sambil ngopi gratis,” katanya.

Cita menyebut, pertumbuhan investor pasar modal di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Bahkan, target investor baru nasional tahun ini sudah terlampaui hanya dalam empat bulan pertama.

“Target investor baru tahun ini awalnya dua juta, kemudian dinaikkan menjadi lima juta. Namun, sampai empat bulan pertama tahun ini jumlahnya sudah mencapai 5,6 juta investor dan Jawa Timur menyumbang sekitar 10 persennya,” terangnya.

Baca Juga:  Permintaan Berlian Tetap Stabil di Tengah Lonjakan Harga Emas di Surabaya

Menurutnya, keberadaan Galeri Investor Cafe diharapkan mampu semakin meningkatkan jumlah investor pasar modal, khususnya di Jawa Timur.

“Dengan adanya Galeri Investor Cafe ini kami berharap literasi dan jumlah investor pasar modal di Jawa Timur bisa terus meningkat,” harapnya.

Program NGOPI SORE juga mendapat dukungan penuh dari Pegadaian Kantor Regional Jawa Timur dengan menghadirkan Vice President Pegadaian Regional Surabaya Alfafatih Rosada sebagai pembicara.

Alfafatih mengatakan, Pegadaian selama ini juga aktif memperluas edukasi dan branding investasi melalui berbagai komunitas dan ruang publik di sejumlah daerah.

Menurutnya, konsep edukasi berbasis komunitas seperti NGOPI SORE menjadi langkah efektif untuk mendekatkan literasi keuangan kepada masyarakat.

“Kami juga terus memperluas branding dan edukasi Pegadaian melalui berbagai komunitas dan kegiatan di daerah. Ke depan, kegiatan seperti ini akan terus diperbanyak dan dikembangkan bersama berbagai pihak,” katanya.

Kolaborasi antara lembaga keuangan, pasar modal, dan ruang publik seperti coffee shop diharapkan mampu menciptakan ekosistem edukasi investasi yang lebih dekat dengan masyarakat. (aci)