Serunya Ngalam Tax Army FC Menjamu Tamu dari Penjuru Negeri

MALANG, SURYAKABAR.com – Minggu (1/3/2020) pagi menjadi hari istimewa bagi Ngalam Tax Army Football Club (NTA FC). Betapa tidak, pada hari itu mereka berkesempatan menjadi lawan tanding sebuah klub sepak bola yang anggotanya berasal dari seluruh pelosok negeri.

Klub sepak bola tersebut merupakan bagian dari alumni Prodip Pajak 95 yang sedang reuni perak di kota Batu. Anggotanya adalah para pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang berdinas di kantor-kantor yang tersebar di seluruh Indonesia.

Matahari seolah bersahabat dengan mereka pagi itu. Sinarnya terhalang kabut, sehingga cuaca menjadi redup. Lapangan bola Agrowisata Jaya Kusuma Batu, tempat NTA FC menjamu tamu, tetap sejuk meski waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB, saat kick off dilakukan.

Pertandingan berjalan dalam tempo yang dinamis. Tim Alumni Prodip Pajak 95, langsung melakukan serangan. Bola lebih banyak berada di daerah NTA FC.

Meski sudah berumur diatas 45 tahun, stamina pemain Prodip Pajak 95 terbilang prima. Sektor pertahanan NTA FC beberapa kali nyaris bobol.

Mendekati pertengahan babak pertama, sebuah passing anak-anak NTA FC membuat barisan belakang tim lawan terkecoh. Tendangan M Arif BS berhasil merobek gawang Prodip Pajak 95 sekaligus mengubah kedudukan menjadi 1-0.

BACA JUGA:

Gol itu menyadarkan skuad Prodip Pajak 95. Mereka lantas memperkuat barisan belakang. Kondisi ini menyulitkan serangan NTA FC. Tidak ingin serangannya sulit menembus tembok pertahanan Prodip Pajak 95, akhirnya NTA FC mengubah taktik.

Jika menit-menit awal NTA FC konsentrasi pada pertahanan, kali ini mereka lebih mempertajam serangan. Hasilnya tidak sia-sia. Gol dari Bagus bersarang ke gawang Prodip Pajak 95. Skor berubah menjadi 2-0 dan bertahan hingga babak pertama berakhir.

pajak nta 2
Selebrasi pemain Prodip Pajak 95 usai menjebol gawang NTA FC.

Memasuki babak kedua, Prodip Pajak 95 juga mengubah taktik. Jika selama babak pertama mereka melancarkan serangan dengan gencar, kali ini mereka lebih taktis.

Hal ini bisa dimaklumi. Mereka adalah klub yang tidak pernah latihan bareng. Klub itu terbentuk saat reuni saja. Dan seperti diketahui, sepak bola adalah permainan tim. Kemampuan individu tidak banyak berperan tanpa ada koordinasi yang baik antar-anggotanya. Inilah yang melatarbelakangi perubahan strategi tersebut.

Hasilnya, pemain dari Jepara Arif Yahya menipiskan ketinggalan Prodip Pajak 95 menjadi 1-2. Gol ini menjadi momentum kebangkitan Prodip Pajak 95.

BACA JUGA:

Komunikasi antar-pemain Prodip Pajak 95 mulai terjalin. Apalagi skill individu pemain Prodip Pajak 95 rata-rata bagus. Namun, NTA FC justru mampu menambah gol lewat Eko Bryan dan skor berubah menjadi 3-1.

pajak nta 3
Perwakilan kedua tim saling memberikan cendera mata.

Ketinggalan dua gol tidak mematahkan motivasi tanding M Yasin dan kawan kawan. Mereka terus berupaya menyamakan kedudukan. Usaha itu membuahkan gol lewat pemain dari Jakarta Didik dan pemain dari Surabaya M Yasin. Hingga peluit panjang berbunyi, kedudukan imbang 3-3.

“Meski berakhir imbang, kami tetap berbesar hati. Menjadi tuan rumah tak semata bagaimana memenangi sebuah pertandingan. Ada kepentingan yang lebih besar, yaitu persabahatan,” kata Anis Yudiono Kepala KPP Pratama Lamongan yang berdomisili di Malang.

NTA FC merupakan komunitas pecinta sepak bola pegawai Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur III juga pegawai DJP yang berdomisili di Malang.

Sementara itu Slamet Rianto Ketua Alumni Prodip Pajak angkatan 1995 mengucapkan terima kasih atas jamuan dari keluarga besar NTA FC.

“Matur suwun telah menjamu kami, alumni pajak 95 yang sedang Reuni Perak di kota Batu, semoga pertandingan tadi semakin menambah keakraban dan pertemanan kita,” ucap Slamet Rianto yang bertugas di Kantor Pajak Kota Bandung. (es)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *