Ini Keputusan Pandis Terkait Sanksi dan Denda untuk Pemain Bangkalan usai Kericuhan pada Laga Melawan Tulungagung

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Buntut kericuhan pertandingan babak kualifikasi Grup A futsal Porprov Jatim 2019 saat Tulungagung melawan Bangkalan di matchday ketiga di Lapangan Scudetto Banyuwangi, Kamis (14/3/2019) malam, Panitia Disiplin (Pandis) babak kualifikasi Porprov Jatim 2019 memutuskan memberi sanksi kepada lima pemain Bangkalan.

Kelima pemain Bangkalan yang mendapat sanksi tersebut yakni Abdul Muis (nomor punggung 8), Akmal Maulidy (nomor punggung 4), Azhar Burhan (nomor punggung 2), Jemmy Syahputra (nomor punggung 12) dan Moh Ridhok (nomor punggung 1).

Sanksi tersebut diputuskan usai digelarnya sidang Pandis yang dipimpin Ketua Pandis Surya Trie Anggara S.H dengan anggota Sai Dong (Banyuwangi), Tri Ario Setyaji (Pacitan), Munawar (Sampang) dan Febry Wahyu Wiyono (Kabupaten Blitar), Kamis (14/3/2019) malam.

“Sesuai Kode Disiplin PSSI pasal 49 ayat (1) huruf d, setiap pemain yang melakukan perbuatan pemukulan di dalam lapangan didenda. Pemain tersebut terbukti melakukan pemukulan dan penendangan terhadap pemain Kabupaten Tulungagung Crisdianto,” kata Surya Trie Anggara kepada suryakabar.com, Sabtu (16/3/2019).

Menurut Angga, panggilan Surya Trie Anggara, pihaknya memiliki rekaman video pertandingan. “Kami selalu merekam seluruh pertandingan di babak kualifikasi ini,” tuturnya.

Sesuai putusan Pandis nomor: 001/Pandis/2019, tanggal 14 Maret 2019 sanksi yang dijatuhkan kepada Abdul Muis larangan bermain enam pertandingan dan denda Rp 10 juta, Akmal Maulidy larangan bermain empat pertandingan dan denda Rp 7,5 juta, Azhar Burhan larangan bermain empat pertandingan dan denda Rp 7,5 juta, Jemmy Syahputra larangan bermain dua pertandingan dan denda Rp 5 juta serta Moh Ridhok larangan bermain dua pertandingan dan denda Rp 5 juta.

Disinggung jika Bangkalan melakukan banding, Angga mengatakan, setiap tim yang bermasalah berhak mengajukan banding. “Terkait banding ini kembali kepada timnya. Paling lambat banding dilakukan tujuh hari sejak diputuskan,” tandasnya.

Pelatih Bangkalan, Geriyan mengatakan, pihaknya akan melakukan banding. “Kalau nggak Senin ya Selasa. Banding ini yang mengurus Pak Ketua AFK Bangkalan, kalau aku ngurusi ngelatih,” ujar Geriyan.

Menurut Geriyan, mestinya pemain Tulungagung juga mendapat sanksi, karena terlihat ada yang melakukan pemukulan. “Dalam rekaman video, pemain Tulungagung ada yang terlihat memukul, seharusnya mereka juga kena sanksi,” urainya.

Kericuhan terjadi ketika pertandingan menyisakan waktu 40 detik, skor pertandingan 3-2 untuk keunggulan Bangkalan. Saat itu Bangkalan sudah lima kali foul dan Tulungagung empat kali foul.

Akibat kericuhan itu, pemain Tulungagung Crisdianto dilarikan ke Rumah Sakit Blambang Banyuwangi, karena bibirnya robek. (es)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *