Pendidikan
Raih Predikat Cumlaude, Mahasiswi ITN Malang Diterima Kerja sebelum Prosesi Wisuda

MALANG, SURYAKABAR.com – Nasib orang tidak ada yang tahu, tapi kerja keras jarang mengkhianati hasil. Prinsip ini dibuktikan langsung oleh Eka Maretyaningsih Agung Purwanti, mahasiswi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

Putri dari pasangan Agung Wahyudi, seorang pengemudi ojek online, dan Suparti, seorang ibu yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) ini berhasil sukses menjadi lulusan terbaik Teknik Kimia S-1 ITN Malang pada Wisuda ke 76 Periode II Tahun 2026 dengan IPK 3,73.

Tak sekadar meraih predikat cumlaude, alumnus SMA Widya Darma Surabaya kelahiran Sidoarjo ini bahkan sudah diterima bekerja di perusahaan konsultasi rekayasa sebelum prosesi wisuda digelar.

Eka kini menjabat sebagai Assistant Project Quantitative Risk Assessment (QRA) di Synergy Risk Management Consultant, yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina dan berlokasi di Balikpapan.

Baca Juga:  Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa ITN Malang Bikin Game Horor Roblox ‘Morveil’

Perjalannya meraih posisi tersebut berawal dari rekomendasi dosennya di Teknik Kimia. Saat mengikuti tahapan wawancara secara daring, Eka diuji pemahamannya terkait process flow diagram serta pembacaan Piping and Instrumentation Diagram (P&ID) pabrik.

Sebuah keahlian teknis dasar yang terasah matang selama ia menempuh studi di ITN Malang.

“Saya bertugas membaca P&ID. Setelah dievaluasi dan di-cross check, hasilnya dikirim ke tim. Pihak perusahaan senang karena itu saya bisa langsung masuk dan bekerja,” cerita Eka.

Namun, di balik keberhasilan itu, Eka sempat memendam niat untuk absen dari acara wisudanya sendiri pada 19 September 2026 mendatang. Bukan karena tidak bangga, melainkan pertimbangan biaya.

Baca Juga:  Gunung Limbah B3 Disulap Jadi Cuan, Dosen Teknik Kimia ITN Malang Sabet Hibah Hilirisasi Inovasi Komersial Silika Gel

“Rencananya, alokasi uang wisuda ingin saya alihkan untuk biaya sewa kamar kos di Jakarta karena awal magang internship di Jakarta. Alhamdulillah, pihak Prodi (Teknik Kimia ITN Malang) memberikan bantuan. Perusahaan juga sudah memberi izin penuh agar saya bisa hadir di hari bahagia nanti,” ungkap Eka.

Perjuangan Eka selama kuliah memang tidak diwarnai gelimang kemewahan. Sebagai penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, ia tinggal menumpang di rumah saudaranya di kawasan Sawojajar, Malang.

Meski orang tuanya hidup dalam keterbatasan ekonomi, Eka tak pernah merasa minder di hadapan teman-temannya.

Keterbatasan itu justru ia jadikan pemacu prestasi. Selama kuliah, Eka aktif di Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK), menjadi asisten Laboratorium Mikrobiologi, hingga berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2023 lewat penelitian pemanfaatan ekstrak daun salam (Eugenia polyantha) sebagai biokatalis pembuatan biodiesel.

Puncak tugas akhirnya tertuang dalam skripsi yang membawanya meraih gelar Sarjana Teknik (ST). Mengangkat judul “Pengaruh Variasi Elektroda Karbon terhadap Kinerja Baterai Air Garam Berbasis Elektroda Magnesium-Karbon”, Eka merancang alat inovatif berupa lentera air garam berbasis energi alternatif.

“Ide dasarnya ingin membuat alat penerangan yang ekonomis dan mudah dijangkau untuk masyarakat daerah pesisir, karena kalau beli alat komersial harganya cukup mahal,” ungkapnya.

Baca Juga:  AISITS Rekam Jejak Terakhir KM Virgo Transport 8 yang Hilang Kontak

Di bawah bimbingan dosen Dr. Ir. Jimmy, ST., MT., MM. dan F. Endah Kusumaratini, S.Si., M.Kes., serta bimbingan teknis elektro oleh Dr. Michael Ardita, ST., MT., Eka merangkai alat tersebut melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu yang melibatkan Program Studi Teknik Kimia, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro ITN Malang.

Penelitian yang diselesaikan bersama rekan setimnya ini memanfaatkan larutan garam (NaCl) 3,5% dan variasi elektroda karbon.

Seperti penggunaan current collector kawat tembaga hingga stainless steel mesh untuk menghasilkan energi listrik yang stabil dan ramah lingkungan.

Kini, dengan ijazah sarjana yang sudah di tangan, Eka membuktikan, latar belakang ekonomi bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi setinggi-tingginya di kampus Teknologi dan Inovasi ITN Malang. (abs)