Berita Sidoarjo
Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan, Wakil Gubernur Emil Dardak Soroti Celah Keamanan Makanan SPPG
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengunjungi sejumlah rumah sakit untuk memastikan penanganan ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo yang mengalami keracunan massal, Selasa (1/9/2026) malam.
Emil mengatakan, prioritas utama dalam penanganan korban keracunan adalah memastikan kebutuhan cairan atau rehidrasi terpenuhi.
“Dalam kasus seperti ini yang paling penting adalah rehidrasi. Cairan di semua fasilitas kesehatan tempat para korban dirawat sangat mencukupi,” ujar Emil, Selasa (1/9/2026) malam.
Ia memastikan para korban telah mendapatkan penanganan medis. Pasien yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid juga telah mendapat perhatian khusus dari tenaga kesehatan.
Menurut Emil, kasus kali ini tidak hanya dialami santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam. Sejumlah siswa dari sekolah lain juga dilaporkan mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan keracunan setelah menyantap menu makan siang yang disediakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Kalitengah.
Emil menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, SPPG Desa Kalitengah telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Catatan-catatan assessment juga menunjukkan SPPG ini telah memadai dengan para pekerja yang telah mendapat sertifikasi penjamah makanan. Sertifikasi halal pun sudah diperoleh,” kata Emil.
Meski demikian, Emil menilai kepemilikan SLHS dan kelengkapan sarana prasarana belum sepenuhnya menutup kemungkinan terjadinya kasus keracunan makanan.
Menurut dia, masih terdapat sejumlah titik rawan yang perlu diperhatikan, mulai dari kualitas bahan baku, proses pengolahan, hingga waktu penyajian makanan.
“Walaupun SLHS telah diperoleh dan sarana prasarana memadai, tetapi ada celah kasus keracunan tetap terjadi, seperti bahan baku makanan hingga waktu penyajian,” ujarnya.
Emil meminta peristiwa tersebut segera diinvestigasi secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti keracunan.
Hasil investigasi, kata dia, penting untuk menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Ia menekankan, seluruh tahapan dalam penyediaan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga makanan dikonsumsi, perlu mendapat pengawasan ketat. (sat)

