Pendidikan
SEGTA 2026 Unair Perluas Kolaborasi Internasional dan Penerapan Teknologi Hijau

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Universitas Airlangga (Unair) melalui Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) menggelar program Sustainable Energy and Green Technology Applications (SEGTA) 2026 dengan melibatkan mahasiswa dan akademisi dari berbagai negara.

Selain memperluas kolaborasi internasional, program ini juga menggabungkan penerapan teknologi hijau, pengabdian kepada masyarakat, dan pertukaran pengetahuan lintas negara sebagai bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi.

Rektor Unair Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin mengatakan, pengabdian kepada masyarakat harus mampu memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi Indonesia, namun juga masyarakat global.

Menurutnya, SEGTA menjadi salah satu wujud internasionalisasi kampus karena mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk belajar sekaligus mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Baca Juga:  Unair Dorong Percepatan Ekosistem Sertifikasi Halal Nasional di Airlangga Khair 2026

“Melalui program ini kami bekerja sama dengan mahasiswa internasional dari berbagai negara, seperti Pakistan, Prancis, Thailand, Tiongkok, Hongkong, dan negara lainnya. Mereka bersama mahasiswa Unair melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sehingga terjadi pertukaran pengetahuan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Prof Madyan menyebut, jumlah mahasiswa internasional yang mengikuti program tersebut terus meningkat setiap tahun. Ke depan, Unair berharap kolaborasi serupa dapat melibatkan lebih banyak fakultas, sehingga internasionalisasi kampus tidak hanya berpusat di FTMM.

Selain SEGTA, Unair juga telah menjalankan berbagai program internasional lain, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional dan International Community Development di sejumlah negara, seperti Malaysia, Australia, Taiwan, Jepang, dan Thailand.

Baca Juga:  SMKN 12 Surabaya Serahkan 725 Ijazah Siswa, 100 Persen Lulus

“Universitas Airlangga ingin setiap program pengabdian memberikan manfaat bagi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Itulah arah yang terus kami dorong dalam seluruh kegiatan community development,” ungkapnya.

Dekan FTMM Unair Prof Dr Ir Retna Apsari MSi IPM ASEAN Eng menjelaskan, SEGTA merupakan program tahunan yang mengintegrasikan kegiatan akademik dengan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan energi berkelanjutan dan teknologi hijau.

Menurutnya, program ini juga menjadi bagian dari kontribusi Unair dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).

Salah satu lokasi pengabdian tahun ini berada di Gili Iyang, Kabupaten Sumenep, tempat peserta bersama masyarakat melaksanakan berbagai kegiatan terkait energi bersih, pelestarian lingkungan, dan pemanfaatan energi terbarukan.

Baca Juga:  Sambut HUT Ke-81 RI, Polresta Sidoarjo Buka SIM Keliling 24 Jam Selama 17 Hari, Warga Bisa Perpanjang Kapan Saja, Ini Lokasinya

“Fokus utama program ini adalah menjaga kelestarian lingkungan melalui edukasi kepada masyarakat dan pelajar mengenai energi surya, sekaligus menerapkan teknologi ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Retna menegaskan, SEGTA saat ini sudah memasuki tahun ketiga pelaksanaan. Selama mengikuti program, mahasiswa internasional tidak hanya terlibat dalam kegiatan pengabdian, namun juga berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk memahami budaya lokal dan mengembangkan solusi berbasis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

Melalui kolaborasi tersebut, FTMM Unair berharap lahir inovasi yang tidak hanya berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan, namun juga mampu mendukung pembangunan berkelanjutan serta memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang energi hijau. (aci)