Pendidikan
Ratusan Siswa Baru SD Muhammadiyah 18 Surabaya ‘Masuk’ Hutan di MPLS Hari Pertama
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Komitmen SD Muhammadiyah 18 Mulyorejo Surabaya untuk menjadikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 Ramah Anak dibuktikan dengan mengenalkan dunia hutan pada ratusan siswa baru.
Mengusung tema Little Explore in The Learning Jungle, halaman sekolah diubah menjadi hutan buatan, lengkap dengan berbagai kostum hewan yang dikenakan para guru, serta menghadirkan aneka permainan untuk menyambut 104 siswa baru di hari pertama masuk sekolah.
Kepala SD Muhammadiyah 18 Mulyorejo Surabaya Achmad Barizi SPd Gr MPd mengatakan, tema Jungle sengaja dihadirkan untuk menyambut para siswa baru, sehingga mereka merasa senang dan bahagia saat masuk sekolah pertama kali.
“Tema kali ini kita ambil tema Jungle. Harapannya anak-anak senang di hari pertama yang awalnya dari TK masuk SD tidak ada ketakutan. Mereka senang dan bahagia, dan akhirnya anak-anak dalam 6 tahun atau 1 tahun yang akan datang ini anak-anak sudah senang belajar SD Muhammadiyah 18 Surabaya,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Barizi menjelaskan, berbeda dengan tahun lalu yang belajar tentang pemilahan sampah, rangkaian kegiatan MPLS tahun ini, siswa baru kenalkan dunia hutan dan ekosistemnya.
Selain itu, siswa baru juga akan diajarkan menanam pohon dan membuat pupuk dari bekas cucian beras. Sehingga, siswa baru diharapkan peduli terhadap lingkungan sejak dini.
“Ada guru dan karyawan 63 orang semua terlibat. Untuk baju dan peran ini kita tentukan ada sebagian yang jadi hewan, ada sebagian yang sebagai perawat hutan, dalam hal ini kita simbolkan orang-orang Papua karena kita tahu Papua merupakan hutan terluas dan terbanyak di Indonesia. Pesan kami agar siswa belajar dengan baik dan senang di sekolah dan tetap menghormati orang tua,” jelasnya.
Holy Ichda Wahyuni, salah satu wali murid mengaku takjub dan terkesan dengan konsep MPLS 2026 yang dibuat tim guru dan karyawan SD Muhammadiyah 18 Mulyorejo Surabaya ini.
Menurutnya, tema dan penyambutan siswa baru ini sejalan dengan komitmen sekolah untuk menghadirkan MPLS 2026 Ramah Anak. Sehingga, anak-anak bisa ceria, senang, dan tidak takut untuk masuk sekolah.
“Pertama kali masuk sekolah dengan tema ini, wow amazing karena dari tema dan penyambutan dan kostum beraneka tentu membuat anak akhirnya ikut ceria, yang awalnya anak mungkin takut, ragu untuk masuk, malu-malu, akhirnya menjadi berani dan penasaran untuk masuk, tanpa drama, bisa masuk tanpa rasa takut, disambut, dikasih permainan,” kata Ibu dari Hayyina itu.
Ia menyebut, dengan metode kreatif dan menyenangkan dari para guru membuat siswa jadi mudah beradaptasi dengan siswa baru lainnya. Selain itu, tidak membuat siswa langsung syok, karena sedang masa transisi dari Taman Kanak-Kanak (TK) ke Sekolah Dasar (SD).
“Dengan metode yang kreatif, banyak permainan itu membuat anak-anak mudah beradaptasi dan menerima pelajaran tidak menjadi sesuatu yang menakutkan, dan tidak menjadikan itu sebuah hal yang membuat mereka tertekan,” pungkasnya. (aci)



