Pendidikan
Petra Drone Academy Target 30 Mahasiswa Baru, Lulusan Dapat Sertifikat Khusus

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Universitas Kristen (UK) Petra melalui Fakultas Teknologi Industri (FTI) membuka program Petra Drone Academy, Senin (13/7/2026).

Program ini berkolaborasi dengan PT SkyWay Aerospace Technology yang didirikan di Indonesia oleh Xiangdao Aerospace Technology (Beijing) Co Ltd.

Dekan FTI UK Petra Handy Wicaksono ST MT PhD mengatakan, pada tahun pertama, program ini menargetkan kuota 30 mahasiswa baru, baik dari mahasiswa UK Petra dari berbagai program studi maupun mahasiswa dari luar UK Petra.

Program ini setara dengan 20 SKS (Satuan Kredit Semester) yang terdiri dari delapan mata kuliah profesional dan dua mata kuliah pelatihan praktis khusus.

Baca Juga:  Petra Mengajar V Ajari Anak Prasejahtera di Komunitas Makam Mataram Surabaya

Menurutnya, program ini mempelajari bidang Teknologi Aplikasi UAV (Indonesia’s first one-year credit-bearing program in UAV Application Technology).

Sedangkan, kurikulum yang digunakan mencakup empat pilar utama, yakni Foundation Courses, Applied Courses, AI-Oriented Specialized Courses, dan Practical Training Courses.

“Kurikulum ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri lokal di Indonesia yang tak hanya mengajarkan regulasi dan navigasi penerbangan saja,” ujarnya.

“Mahasiswa juga dibekali ilmu rekayasa (engineering) mulai dari kelistrikan, aerodinamika, perakitan mandiri, hingga keunggulan inovatif berupa pengolahan data berbasis kecerdasan buatan (AI-Based Intelligent Recognition),” sambungnya.

Baca Juga:  Tiga Dosen UK Petra Bantu Petani Kopi di Malang Alat Penyortir Biji Kopi

Handy menyebut, berdasarkan data operasional Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) yang dihimpun Terra Academy, saat ini sudah ada lebih dari 15 ribu drone profesional yang aktif beroperasi untuk kebutuhan pemetaan dan dokumentasi industri di Indonesia.

Sedangkan, berdasarkan laporan riset pasar dari Next Move Strategy Consulting, nilai pasar drone komersial di Indonesia telah menyentuh USD 515,5 juta (sekitar Rp8,2 Triliun) pada 2025, dan diproyeksikan melonjak hampir dua kali lipat hingga USD 982,8 juta (hampir Rp15 Triliun) pada 2030.

“Lonjakan angka ini menjadi bukti nyata bahwa kebutuhan tenaga ahli teknis drone menjadi sesuatu yang sangat mendesak dan tidak bisa ditunda lagi. Pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 13,77 persen ini jelas tidak akan optimal tanpa dukungan ekosistem tenaga terampil yang siap mengintegrasikan teknologi tersebut ke berbagai sektor industri,” ungkapnya.

Baca Juga:  721 Ribu Penumpang Terbang Lewat Juanda Selama Libur Sekolah, Jakarta Masih Jadi Rute Favorit

Program ini didukung para profesional dan akademisi dari China dan Taiwan. Mahasiswa yang telah menyelesaikan program ini akan mendapatkan Sertifikat Program Teknologi Aplikasi UAV.

Prospek karier dan jaminan masa depan mahasiswa akan sangat menjanjikan, salah satunya berpotensi magang di Taiwan hingga peluang kerja global.

Peluncuran ini juga menghadirkan talkshow bertajuk “From Campus to Industry: Building the Future UAV Talent Ecosystem” bersama Prof Dr Bill Tsair-Wang CHUNG (Chung Yuan Christian University) dan Mr Xinli YU (Beijing Sino-Aviation Research Institute).

Sebagai academic advisor untuk Petra Drone Academy, Prof Bill berkomitmen menciptakan ekosistem pembelajaran kolaboratif demi menjembatani antara bakat mahasiswa dengan industri UAV global. (aci)