Pendidikan
Unair Resmi Buka Kantor OIC-COMSTECH di WUACD, Perluas Publikasi Kolaboratif Lintas Negara
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Universitas Airlangga (Unair) memperluas kolaborasi riset internasional dengan membuka kantor OIC-COMSTECH (Organization of Islamic Cooperation Standing Committee for Scientific and Technological Cooperation) yang berada di lantai 10 ASEEC Tower Kampus B Dharmawangsa Surabaya, Kamis (18/6/2026).
Pembukaan kantor strategis yang berada di Sekretariat World University Association for Community Development (WUACD) ini dihadiri langsung Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, HE Zahid Hafeez Chaudhri.
Kantor ini dirancang sebagai platform strategis untuk memacu kolaborasi yang lebih erat antarperguruan tinggi di bawah naungan Organization of Islamic Cooperation (OIC).
Melalui kemitraan ini, diharapkan akan lahir berbagai riset bersama, publikasi kolaboratif, pertukaran akademik, hingga program mobilitas mahasiswa.
Langkah strategis ini juga bertujuan meningkatkan reputasi peneliti lokal melalui kolaborasi lintas negara, dengan fokus utama pada penanganan isu perubahan iklim dan kesehatan global yang mencakup kawasan Afrika, Timur Tengah, hingga Asia Selatan.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development Unair Prof Muhammad Miftahussurur mengatakan, salah satu target utama kolaborasi ini adalah memecah kebuntuan antara dunia akademik dan kebutuhan pasar industri.
Menurutnya, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mengaplikasikan hasil riset ke tingkat implementasi praktis.
“PR utama di Indonesia, tidak hanya Unair, adalah bagaimana universitas dan industri ini berjalan baik. Kami mempunyai contoh yang bagus, yang bisa kami adopsi untuk mendekatkan universitas dengan industri,” ujarnya.
Melalui jaringan OIC (Organization of Islamic Cooperation) yang melibatkan lebih dari 50 perguruan tinggi terkemuka, Unair mendapatkan akses transfer ilmu dari pakar kelas dunia.
Unair secara aktif mengoneksikan para peneliti mereka dengan ahli yang memiliki H-Index tinggi, di mana rata-rata pakar global tersebut memiliki skor di atas 60 hingga 90, jauh melampaui rata-rata peneliti lokal yang berada di kisaran 30-an.
Selain riset di laboratorium, Unair juga berkomitmen dalam pengabdian masyarakat internasional. Sepanjang 2026, tercatat 10 program pengabdian telah diterapkan di berbagai negara, mulai dari Australia hingga Nigeria.
Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi dari Community Development WUACD menyebut isu lingkungan dan kesehatan tidak dapat dipisahkan.
Menurutnya, tim riset Unair telah melakukan penelitian di Pakistan mengenai polusi udara dalam ruangan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
“Untuk menjawab tantangan global tersebut, Unair mengandalkan kekuatan multidisiplin melalui integrasi antara fakultas kesehatan, sains, teknologi, dan ilmu sosial. Formula ini diharapkan mampu memberikan solusi konkret dan berdampak luas bagi komunitas internasional,” ungkapnya.
Di sisi lain, Duta Besar Pakistan untuk Indonesia HE Zahid Hafeez Chaudhri mengapresiasi Unair yang telah memfasilitasi pendirian pusat kerja sama ini.
“Peluncuran pusat di Universitas Airlangga akan berkontribusi besar terhadap pemberdayaan dunia Muslim dalam bidang pencapaian ilmiah mereka,” terangnya.
Dubes Zahid menekankan pentingnya berinvestasi pada generasi muda. Mengingat 64 persen populasi Pakistan berusia di bawah 25 tahun, sehingga lembaga seperti OIC-COMSTECH dan WUACD memiliki peran vital untuk mengubah pengetahuan akademis menjadi solusi praktis bagi masyarakat. (aci)


