Berita Sidoarjo
Dorong Revitalisasi Pasar Krian, BHS: Harus Jadi Etalase Ekonomi Sidoarjo

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Upaya menggeliatkan perdagangan di Pasar Krian kembali mencuat. Pasar tradisional terbesar di wilayah barat Sidoarjo itu dinilai memiliki posisi strategis, karena berada di jalur antarprovinsi serta kawasan industri yang berbatasan dengan dua kota sekitar.

Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menilai potensi tersebut seharusnya mampu menjadikan Pasar Krian sebagai pusat perdagangan yang kuat sekaligus etalase ekonomi daerah.

“Pasar Krian ini paling besar dan letaknya sangat strategis, di jalur antarprovinsi dan wilayah industri. Seharusnya bisa menjadi pasar yang besar dan membanggakan. Ini etalase Sidoarjo karena berbatasan dengan Gresik dan Mojokerto,” ujar BHS, sapaan akrab politisi Gerindra ini, Selasa (3/3/2026) sore.

Menurut dia, rencana revitalisasi perlu dilakukan secara matang agar tidak mengganggu aktivitas pedagang maupun warga yang selama ini menggantungkan hidup dari pasar tersebut.

Penataan, kata dia, harus memperhatikan posisi pedagang agar tetap terlihat oleh pembeli dan tidak kehilangan daya tarik.

Baca Juga:  Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono Lesehan Buka Puasa Bersama Pekerja Sektor Informal di Sidoarjo

“Jangan sampai sudah dibangun bagus, tapi justru sepi, karena pedagangnya tidak terlihat atau penataannya kurang tepat. Revitalisasi harus membuat pasar semakin hidup dan diminati masyarakat,” tambahnya.

Selain menyoroti infrastruktur pasar, Bambang juga memperhatikan stabilitas harga kebutuhan pokok. Ia menyebut sebagian besar harga sembilan bahan pokok di Sidoarjo masih relatif terkendali. Namun, komoditas cabai masih tinggi sekitar Rp 95.000 per kilogram.

“Alhamdulillah harga sembako relatif bisa dikendalikan. Hanya cabai yang memang naik drastis. Ini perlu terobosan dari Dinas Perdagangan, misalnya dengan mendatangkan pasokan dari daerah yang harganya lebih murah seperti Sulawesi,” katanya.

Baca Juga:  Bambang Pujianto Resmi Pimpin Dekopinda Sidoarjo, Siap Tancap Gas Benahi Koperasi

Dukungan terhadap revitalisasi pasar juga disambut pengelola Pasar Krian. Kepala Pasar Krian Maria Ulfa mengatakan, pihaknya terus melakukan pembinaan kepada para pedagang, mulai dari menjaga kebersihan, penataan lapak, hingga meningkatkan kualitas pelayanan kepada pembeli.

“Kami rutin mengingatkan pedagang untuk menjaga kebersihan dan kerapian, meskipun sudah ada petugas khusus. Kami juga menyediakan fasilitas seperti keranjang belanja dan sarana pendukung lainnya agar pengunjung semakin nyaman,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Krian Sholeh mengatakan, para pedagang juga mulai beradaptasi dengan perubahan pola perdagangan.

Selain berjualan secara langsung di pasar, sebagian pedagang kini memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pembeli lebih luas.

Baca Juga:  PLN UIT JBM dan BKSDA Bali Jalin Kerja Sama Pengelolaan Aset Jaringan Transmisi

“Ada pedagang yang berjualan sambil live di media sosial. Justru dari situ pembeli dari luar daerah datang langsung ke Pasar Krian,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah pedagang kecil bahkan berkembang menjadi pedagang grosir karena pasar ini masih menjadi pusat kulakan bagi pedagang pasar desa di wilayah sekitar.

Menurut Sholeh, tantangan yang dihadapi pasar tradisional saat ini tidak hanya berasal dari pasar modern, tetapi juga dari perdagangan digital.

“Persaingan sekarang bukan hanya antar pasar, tapi juga dengan pasar online dan pasar dadakan. Karena itu kami ingin Pasar Krian tetap menjadi pusat perdagangan yang ramai dan diminati masyarakat,” tutupnya. (sat)