Sembilan Peserta UTBK SNBT 2024 Disabilitas Ikut Tes di Unesa

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) satu-satunya perguruan tinggi di Surabaya yang menjadi lokasi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2024 khusus peserta disabilitas.

Sebanyak sembilan peserta disabilitas, terdiri dari dua peserta tunanetra dan tujuh peserta tunadaksa, mengikuti tes yang dipusatkan di satu tempat, yakni di Training Center, lantai 4 Gedung Rektorat Unesa, Kampus 2 Lidah Wetan Surabaya. Para peserta UTBK disabilitas ini juga disiapkan pengawas dan pendamping, serta alat-alat khusus.

Wakil Rektor I Unesa, Prof Dr Madlazim MSi mengatakan, UTBK sesi khusus disabilitas ini merupakan komitmen untuk memberikan akses dan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi kepada semua, disabilitas maupun yang non-disabilitas.

“Jadi tidak ada diskriminasi, semua kami berikan kesempatan dan siapkan fasilitas ramah disabilitas. Selain disiapkan pengawas dan pendamping dari unsur dosen dan mahasiswa Pendidikan Luar Biasa (PLB) juga dari SMCC untuk masing-masing peserta juga disiapkan alat-alat khusus,” ujar Prof Madlazim, Kamis (2/5/2024).

Baca Juga:  1.980 Peserta Ikuti UTBK Unesa Hari Pertama, 68 Peserta Dipastikan Gagal Lolos

Kasubdit Infrastruktur dan Teknologi Informatika, dan Pusat Data Unesa, I Gusti Lanang Putra Eka Prismana SKom MKom menyatakan, dari aspek persiapan untuk sesi disabilitas hampir sama dengan tahun sebelumnya.

“Dari sisi aplikasi, disiapkan teknologi NVDA (Non-Visual Desktop Access) untuk membantu peserta tunanetra dalam membaca dan memahami teks soal. Teks yang ada di layar ditransformasikan menjadi suara. Selain itu, juga ada bantuan reglet dari pusat,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit Penerimaan dan Kelulusan Mahasiswa Unesa, Dr Sukarmin MPd menyampaikan, pelaksanaan UTBK di Unesa sejak hari pertama secara umum berjalan lancar. Termasuk untuk sesi khusus disabilitas.

Baca Juga:  31 Peserta UTBK 2024 di Unair Dipastikan Gagal Otomatis di Hari Pertama

“Komitmen Unesa yaitu memberikan kesempatan dan memfasilitasi peserta disabilitas dan non-disabilitas melalui sejumlah persiapan, sehingga peserta disabilitas bisa menjalani tes dengan nyaman dan lancar,” terangnya.

Menurut Sukarmin, komitmen Unesa pada disabilitas tidak hanya pada pelaksanaan UTBK, namun juga melalui pembukaan jalur penerimaan disabilitas pada jalur mandiri.

Peserta yang belum berhasil di jalur UTBK, bisa menggunakan nilai UTBK untuk mendaftar di jalur mandiri kategori disabilitas atau jalur non-tes disabilitas.

Baca Juga:  Momen Hardiknas Pacu Jatim Tingkatkan Prestasi Siswa Tingkat Nasional

Sementara itu, Ferdinan Valentino, salah satu peserta tunanetra mengakui tes yang dijalaninya berjalan lancar. Valen, sapaan akrabnya, sudah melakukan persiapan, sehingga tidak deg-degan saat berhadapan dengan soal UTBK. “Saya sudah belajar dan lancar. Tadi ada beberapa soal yang saya pelajari, tapi tidak keluar,” katanya.

Valen mengaku, awalnya merasa tidak percaya diri untuk kuliah. Namun, demi untuk belajar didukung orang tuanya, ia memilih untuk berjuang masuk Unesa melalui jalur UTBK, dan memilih prodi S1 Pendidikan Luar Biasa (PLB) dan S1 Ilmu Komunikasi.

“Saya punya motivasi tersendiri untuk mengambil prodi tersebut. Saya pilih S1 PLB ingin seperti lulusan mahasiswanya yang disabilitas memiliki nilai unggul yang dapat bersaing dengan orang pada umumnya. Semoga saja hasil tes ini bisa maksimal dan saya bisa masuk Unesa,” harapnya. (aci)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *