Pilkada Sidoarjo
Paslon BerKelas: Peran Media Penting dalam Pembangunan Sidoarjo

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Kelana Aprilianto (Mas Kelana)-Dwi Astutik ngopi bareng dan berdialog dengan wartawan di Sidoarjo, Rabu (14/10/2020).

Ngopi bareng dan dialog digelar di posko pemenangan paslon bernomor urut 3. Pada kesempatan itu paslon cabup dan cawabup yang diusung PDI-P dan PAN tersebut menegaskan, untuk membangun Sidoarjo perlu peran dan kolaborasi banyak pihak.

Cabup Mas Kelana sapaan akrab Kelana Aprilianto mengatakan, salah satu peran penting media adalah sebagai kontrol sosial.

“Dalam ajang seperti ini, kami berharap terjalin hubungan yang baik antara Kelana-Dwi Astutik dengan rekan jurnalis,” katanya kepada awak media termasuk suryakabar.com, Rabu (14/10/2020).

Kata Mas Kelana, jika dirinya bersama Dwi Astutik terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Sidoarjo nantinya, acara seperti ini akan diagendakan secara periodik.

“Ngopi dan ngobrol bareng jurnalis Sidoarjo digelar untuk menjaring masukan dan usulan bagaimana membangun Sidoarjo ke depan dari jurnalis sebagai kontrol sosial,” terangnya.

Mas Kelana berharap kerjasama dengan awak media sangat penting, karena lewat pemberitaan, media bisa menarasikan pembangunan di Sidoarjo.

“Di zaman era digital seperti ini, pemberitaan media bisa mudah dikonsumsi semua kalangan. Bahkan, bukan hanya oleh warga Sidoarjo saja, tapi juga secara nasional bahkan internasional,” tuturnya.

Sementara itu cawabup Dwi Astutik menyampaikan jika pada kondisi pandemi seperti sekarang ini telah memukul semua sektor, sehingga membuat ekonomi masyarakat menurun.

Disamping itu, lanjut Bunda Dwi, sapaan Dwi Astutik, melihat potensi sumber daya yang dimiliki Sidoarjo seperti, sektor industri dan perikanan nantinya akan menjadi prioritas program Bersama Kelana-Dwi Astutik (BerKelas) kedepan jika diberi amanah memimpin Sidoarjo.

“Selain itu, pengembangan tingkat desa juga perlu seperti, ada pertanian dan UMKM. Wilayah pedesaan perlu ditingkatkan menjadi desa mandiri yang sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing desa,” ungkapnya.

Seperti yang diungkapkan Mas Kelana, Bunda Dwi juga menyebut peran media sangat penting. Menurutnya, setiap potensi kampung di Sidoarjo bisa diperkenalkan ke tingkat nasional lewat peran media.

Ia mencontohkan dan trenyuh melihat industri di kawasan Desa Kedensari Tanggulangin yang saat ini seolah tenggelam dan ditinggalkan.

“Desa Mandiri menjadi prioritas Kelana dan Dwi Astutik. Kami bertekat membuat Sidoarjo Makmur dengan meningkatkan ekonomi keluarga warga Sidoarjo,” pungkasnya. (sty)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *