Gerakan Tanam Serentak Komoditas Perkebunan, SGN Dukung Swasembada Pangan dan Energi Nasional
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Pemerintah terus memperkuat langkah menuju swasembada pangan dan energi melalui pengembangan hilirisasi komoditas perkebunan strategis.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Tanam Serentak Komoditas Perkebunan secara serentak di berbagai sentra perkebunan di Indonesia, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendukung salah satu Asta Cita Presiden Republik Indonesia 2024-2029, yakni mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, dan ekonomi.
Program hilirisasi komoditas perkebunan diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan petani, mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, memperkuat daya saing ekspor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Komoditas yang menjadi fokus pengembangan meliputi tebu, kelapa, kopi, kakao, jambu mete, lada, dan pala.
Melalui kegiatan tanam serentak ini, seluruh perangkat daerah yang membidangi sektor perkebunan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota didorong untuk bersama-sama mempercepat pengembangan komoditas strategis sesuai potensi wilayah masing-masing.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Ali Jamil mengatakan, keberhasilan hilirisasi tidak hanya bergantung pada pembangunan industri, namun juga harus diawali dengan penguatan sektor hulu melalui peningkatan produktivitas kebun.
“Tanam serentak menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat fondasi hilirisasi perkebunan. Kita ingin memastikan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan, sehingga industri dapat tumbuh, petani memperoleh nilai tambah, dan target swasembada pangan maupun energi dapat tercapai,” ujarnya.
Pada komoditas tebu, langkah percepatan tanam dinilai memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan produksi gula nasional, sekaligus penyediaan bahan baku bagi pengembangan bioetanol sebagai energi baru terbarukan.
Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi menegaskan, SGN siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem pergulaan nasional melalui peningkatan produktivitas tebu dari hulu hingga hilir.
“Tanam serentak ini merupakan momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, dan industri gula. SGN berkomitmen mendukung peningkatan produksi tebu nasional melalui pendampingan budidaya, penguatan kemitraan dengan petani, serta optimalisasi pengolahan di pabrik gula agar mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi seluruh rantai pasok,” tegasnya.
Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan petani, program tanam serentak diharapkan menjadi langkah nyata dalam mempercepat transformasi sektor perkebunan nasional menuju industri yang lebih modern, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan energi Indonesia. (aci)


