Pendidikan
Unusa Peringkat Pertama Kampus NU di Indonesia versi LPTNU PBNU
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menempati peringkat pertama dalam pemeringkatan keunggulan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) 2026 yang diumumkan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) PBNU, Rabu (21/10/2026).
Dalam pemeringkatan tersebut, Unusa meraih skor akhir 7,2323, menempatkannya pada posisi teratas Klaster Elit bersama delapan perguruan tinggi NU lainnya.
Hasil ini menjadi pengakuan atas perkembangan institusi dalam pengelolaan pendidikan tinggi, kinerja riset dan publikasi ilmiah, reputasi akademik, serta kontribusi kepada masyarakat dan organisasi Nahdlatul Ulama (NU).
Sekretaris Jenderal LPTNU PBNU Dr rer pol H M Faishal Aminuddin MSi mengatakan, pemeringkatan keunggulan PTNU 2026 merupakan upaya untuk memetakan perkembangan perguruan tinggi dalam ekosistem NU sekaligus mendorong peningkatan kualitas secara berkelanjutan.
Menurutnya, proses penilaian berlangsung selama lebih dari tiga bulan dan menyasar 284 perguruan tinggi yang masuk dalam ekosistem Nahdlatul Ulama.
“Pemeringkatan ini menggunakan tujuh variabel penilaian dengan bobot yang berbeda-beda. Variabel tersebut meliputi jumlah mahasiswa aktif, aset dan ketahanan keuangan, kinerja riset dan publikasi ilmiah, jumlah guru besar dan lektor kepala, reputasi akademik, capaian alumni, serta keterhubungan dengan organisasi NU dan badan otonomnya,” ujarnya.
Faishal menegaskan, Unusa menempati posisi pertama pada Klaster Elit karena memperoleh capaian tinggi pada sejumlah variabel yang memiliki bobot besar.
“Jumlah mahasiswa aktif Unusa yang lebih dari 5.000 orang, capaian riset dan publikasi di jurnal prestisius, reputasi akademik yang mengesankan melalui berbagai luaran riset yang dimanfaatkan, serta hubungan intensif dalam pelayanan kepada NU dan anggotanya menjadi sejumlah faktor penting yang mendukung capaian tersebut,” tegasnya.
Ketua LPTNU PBNU periode khidmah 2022-2026 Prof Ainun Na’im, turut menyampaikan ucapan selamat atas capaian Unusa.
Ia menegaskan, pemeringkatan ini dirancang sebagai stimulus positif bagi perguruan tinggi NU agar terus memperbaiki kinerja dari waktu ke waktu.
Pemeringkatan tersebut menggunakan tujuh variabel dengan total bobot 100 persen. Bobot terbesar diberikan kepada jumlah mahasiswa aktif sebesar 20 persen serta kinerja riset dan publikasi ilmiah sebesar 20 persen.
Sedangkan, jumlah guru besar dan lektor kepala serta reputasi akademik masing-masing berbobot 15 persen. Tiga variabel lainnya, yakni aset dan ketahanan keuangan, capaian alumni, serta keterhubungan dengan organisasi NU dan badan otonomnya, masing-masing berbobot 10 persen.
Di sisi lain, Rektor Unusa Prof Tri Yogi Yuwono mengatakan, capaian ini memiliki makna khusus karena diumumkan sehari menjelang Hari Santri Nasional 2026.
Momentum tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa perjuangan kaum santri pada abad ke-21 tidak hanya berkaitan dengan sejarah perjuangan fisik, namun juga dengan upaya membangun keunggulan ilmu pengetahuan, teknologi, moralitas, dan kesejahteraan masyarakat.
“Unusa menerjemahkan semangat melalui nilai GREATS, yakni Growth, Reputation, Empowerment, Advancement, Transformation, dan Sustainability. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan pengembangan kampus dalam memperkuat pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat,” terangnya.
Bagi Unusa, menjadi yang teratas dalam pemeringkatan bukanlah garis akhir, melainkan amanah untuk terus meningkatkan mutu dan memperluas kemanfaatan. Semangat Hari Santri harus menjadi energi untuk melahirkan karya, inovasi, dan pengabdian yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa. (aci)

