FIFA ASEAN Cup 2026
Nobar FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Juara, Euforia Ribuan Orang Pecah di Halaman Kantor Gubernur Jateng
SEMARANG, SURYAKABAR.com – Ribuan orang membanjiri nonton bareng (nobar) final FIFA ASEAN Cup 2026 melalui layar raksasa, kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Emtek Media di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (5/10/2026) malam.
Nyala flare menerangi kerumunan, sementara nyanyian dan teriakan dukungan untuk Garuda menggema hingga Jalan Pahlawan, Kota Semarang.
Indonesia memastikan merebut juara, setelah kiper Timnas Indonesia Emil Audero menggagalkan penalti penendang keempat Thailand, Nattapong Sayriya. Indonesia menang 4-2 lewat adu tendangan penalti, setelah hingga perpanjangan waktu skor imbang 2-2.
Warga yang nobar serempak langsung berdiri, berteriak dan saling merayakan kemenangan. Flare kembali menyala di tengah kerumunan.
Nyanyian Garuda dan pekikan “Indonesia!” menggema, disambut lambaian bendera merah-putih dari berbagai sudut halaman.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen ikut menyaksikan pertandingan tersebut bersama ribuan orang. Dia menyebut, kemenangan tersebut menunjukkan kebangkitan sepak bola Indonesia.
Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu menyatakan puas melihat para pemain tetap tenang, hingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
“Saya puas, karena tim kita di akhir-akhir bisa menguasai, bisa tenang. Luar biasa, semoga ke depannya tambah juara lagi,” ujarnya.
Wagub juga menilai antusiasme warga sepanjang pertandingan, menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan yang muncul dari dukungan terhadap Timnas.
“Euforianya luar biasa. Kawan-kawan sangat semangat, nasionalismenya hebat, luar biasa atas kekompakannya,” bebernya.
Antusiasme warga bahkan tidak tertampung di halaman Kantor Gubernur Jateng. Kerumunan meluber hingga Jalan Pahlawan, dan tetap bertahan sampai pertandingan berakhir.
Anom Subawono, peserta nobar asal Surabaya yang kebetulan singgah di Semarang, menjadi salah satu warga yang ikut larut dalam suasana tersebut.
Menurut Anom, nobar yang digelar di lingkungan Kantor Gubernur membuat masyarakat bisa merasakan suasana berbeda, karena dapat menyaksikan pertandingan bersama-sama tanpa sekat dengan pemerintah.
“Saya kira positif sekali ya, kan biar dekat antara pemerintah dengan masyarakat. Biar terjalin hubungan yang baiklah. Biar enggak ada sekat antara pemerintahan, dalam hal ini Pak Gubernur, dengan masyarakatnya, warganya,” tutur Anom.
Kemeriahan juga dirasakan Sabilla Destriadi, mahasiswa Universitas Mumammadyah Semarang (Unimus), yang datang bersama dua temannya, Aulia Randis dan Dina Oktafiana. Bagi Sabilla, nobar di halaman Kantor Gubernur Jateng menjadi pengalaman pertamanya.
Mereka juga mengapresiasi Pemprov Jateng yang menyediakan tempat bagi masyarakat, untuk bersama-sama mendukung Timnas.
“Terima kasih buat Pak Gubernur, buat ini tempatnya, buat nonton masyarakat. Jadi, kayak kita tuh sama-sama buat ngeramein Timnas, mendukung Timnas,” ungkap Sabilla.
Sementara itu, Arta Aji, warga Semarang, mengaku sudah empat kali mengikuti nobar Timnas di lokasi tersebut, sejak pertandingan pertama melawan Singapura.
“Ya sangat membantu sih buat masyarakat buat nobar acara-acara kayak gini. Seharusnya sering dilakuin sih,” katanya.
Aji berharap, keberhasilan Indonesia menjadi juara, dapat menjadi pijakan untuk melangkah ke level yang lebih tinggi.
Nobar di Kantor Gubernur Jateng juga dimeriahkan pembagian hadiah undian, berupa sepatu dan jersey Timnas Indonesia.
Warga yang hadir pun dapat menikmati beragam hidangan secara gratis, mulai dari bakso, soto, nasi goreng, hingga wedang ronde.
Nobar final ini menjadi gelaran keempat yang digelar di Kantor Gubernur Jateng. Sebelumnya, Pemprov Jateng juga menggelar nobar saat Timnas Indonesia mengalahkan Singapura 2-0, bermain imbang 0-0 menghadapi Malaysia, dan menghajar Bangladesh 9-2. (*)


