Pendidikan
Unesa Berangkatkan Tim Peduli Bencana Gempa NTT, Fokus Layani Kesehatan dan Trauma Healing Warga Terdampak

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Peduli Bencana mengirimkan tim khusus untuk membantu masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa.

Tim akan berada di lokasi terdampak bencana yang dipusatkan di Kabupaten Manggarai, NTT mulai, Kamis hingga Senin (3-7/9/2026).

Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) Unesa Prof Dr Mutimmatul Faidah SAg MAg mengatakan, selain membawa sejumlah program, tim yang diterjunkan juga akan melaksanakan pelayanan kesehatan hingga pendampingan bagi guru di sekolah darurat.

Menurutnya, tim yang diberangkatkan merupakan hasil kolaborasi sejumlah unsur di lingkungan Unesa. Mereka berasal dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Psikologi, Subdit Mitigasi Krisis Center, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT), serta dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unesa.

“Selama berada di NTT, tim Unesa akan berpusat di Posko Manggarai. Dalam menjalankan misi kemanusiaan ini, Unesa juga menggandeng Universitas Nusa Cendana, Flores serta Universitas Katolik Santo Paulus,” ujarnya usai melepas peserta Unesa Medic Run 2026 di halaman Fakultas Kedokteran (FK) Unesa, Minggu (30/8/2026).

“Kolaborasi dengan perguruan tinggi di daerah terdampak dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lapangan,” sambungnya.

Baca Juga:  Ribuan Jemaah Jateng Bersholawat Doakan Korban Bencana NTT hingga Kalimantan

Prof Mutimmatul menjelaskan, terdapat empat fokus utama yang akan menjadi perhatian tim Unesa. Pertama, layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana. Kedua, dukungan psikososial untuk membantu pemulihan kondisi mental korban.

Fokus ketiga adalah penyelenggaraan sekolah darurat bencana. Program tersebut ditujukan untuk memastikan anak-anak korban bencana tetap memperoleh hak pendidikan meski saat ini sebagian masih berada di pengungsian.

“Yang ketiga adalah sekolah darurat bencana untuk memastikan keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak korban bencana yang saat ini sedang berada di pengungsian dan tentunya kita akan memberikan support berupa logistik serta bantuan kemanusiaan lainnya,” jelasnya.

Prof Mutimmatul menegaskan, program sekolah darurat tidak akan berhenti setelah tim Unesa meninggalkan lokasi. Tim akan melakukan monitoring secara daring sekaligus memberikan pendampingan kepada para guru di wilayah terdampak.

Baca Juga:  Kepedulian Murid Al Falah Darussalam Tropodo Sidoarjo untuk Palestina dan NTT Terkumpul Rp 101 Juta

Selama berada di NTT, tim akan menghimpun para guru dan memberikan pelatihan agar mereka mampu melakukan pendampingan terhadap anak-anak selama masa pemulihan pascabencana.

“Sekolah tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun. Kenapa? Karena pendidikan adalah investasi yang terpenting dalam masa depan bangsa kita,” tegasnya.

Langkah Unesa ini mendapatkan apresiasi dari Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) dan Forum Rektor Indonesia (FRI).

Ketua MRPTNI Eduart Wolok mengatakan, keterlibatan perguruan tinggi dalam penanganan bencana merupakan bagian dari kontribusi kampus kepada masyarakat.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak seharusnya hanya beraktivitas di lingkungan akademik, namun juga hadir menjawab persoalan masyarakat.

“Perguruan tinggi bukan hanya hadir di dalam kampus, tetapi juga hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga:  Angkasa Pura Kirim 300 Kg Bantuan Gempa NTT dari Juanda, Diangkut Super Air Jet

Ia juga mengapresiasi konsistensi Unesa dalam merespons berbagai bencana di Indonesia. Menurutnya, Unesa telah menunjukkan kepedulian dalam penanganan bencana di sejumlah wilayah, termasuk Aceh dan NTT.

“Perguruan tinggi sekali lagi bisa hadir untuk bantu meringankan apa yang dialami oleh saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” katanya.

Sedangkan, Ketua FRI Garuda Wiko mendukung program Unesa Peduli Bencana. Ia menilai aksi tersebut merupakan wujud empati perguruan tinggi terhadap masyarakat yang tengah menghadapi situasi bencana.

“Kita sangat mendukung kegiatan ini. Ini juga kepedulian perguruan tinggi terutama yang tergabung dalam FRI dan MRPTNI,” terangnya.

Garuda menyatakan, selain mengirimkan tim peduli bencana, Unusa juga menyiapkan dukungan pendidikan bagi mahasiswa asal NTT yang terdampak bencana. Mahasiswa tersebut akan mendapatkan beasiswa hingga menyelesaikan pendidikan.

“Di Unesa sendiri kepada mahasiswa yang kebetulan dari NTT dan terdampak akan diberikan beasiswa oleh Pak Rektor Cak Hasan sampai dengan selesai,” pungkasnya. (aci)