Rupiah Java Run 2026 BI Jatim Diikuti 3.000 Peserta, Padukan Sport Tourism dan Edukasi Cinta Mata Uang Nasional

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Lebih dari 3.000 peserta meramaikan Rupiah Java Run 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur di Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu (30/8/2026) pagi.

Para peserta berlomba dalam dua kategori utama, yakni 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K), yang dibagi menjadi empat sub-kategori, yakni 5K Umum, 5K Master 40+, 10K Umum dan 10 K Master 40+.

Mereka memperebutkan total hadiah hingga ratusan juta rupiah. Termasuk bagi kategori peserta yang mengenakan kostum unik dan menarik.

Mengusung tema “Rupiah Menyatukan Langkah”, kegiatan ini digelar sebagai bentuk kolaborasi antara sport tourism dan edukasi beberapa spot heritage di Kota Surabaya.

Baca Juga:  Bank Indonesia Perluas Akses Pasar UMKM Lewat Karya Kreatif Indonesia 2026

Selain itu, memadukan olahraga, edukasi cinta mata uang nasional, dan promosi pariwisata sejarah Kota Pahlawan.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim mengatakan, kegiatan bagian dari kampanye nasional Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

“Rupiah bukan sekadar alat pembayaran yang sah, tetapi juga merupakan simbol kedaulatan bangsa yang menyatukan kita semua. Melalui konsep heritage fun run ini, kami mengajak para peserta berlari melintasi kawasan ikonik Surabaya sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap identitas bangsa,” ujarnya.

Ibrahim menegaskan, kegiatan ini juga menjadi momentum mendorong pemanfaatan transaksi digital aman melalui QRIS serta menggerakkan ekonomi kreatif lokal di Jawa Timur.

Baca Juga:  PT SGN Wujudkan Swasembada Gula Nasional melalui Perluasan Areal Tebu di Indonesia Timur

“Dengan rute yang melewati kawasan bersejarah, Bank Indonesia berharap semangat menjaga kedaulatan Rupiah dapat terus tertanam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” tegasnya.

Edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah ini menyasar seluruh lapisan masyarakat. Masyarakat diajak untuk memperlakukan uang dengan kegiatan 5, yakni jangan dilipat, jangan disobek, jangan diremas, jangan dibasahi, dan jangan distaples agar uang itu bisa semakin berdaya tahan lama.

Selain itu, pemahaman Cinta terhadap Rupiah dilakukan agar masyarakat mengetahui mana rupiah yang tidak asli dengan gerakan 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.

Selain lomba lari, kegiatan ini juga dimeriahkan “Rupiah Island”, bazar makanan dan minuman, serta lomba mural.

Baca Juga:  Gelar Fun Run, Lomba dan Hadirkan KLa Project, Ini Upaya Pemprov Jateng Kembali Semarakkan Kawasan Maerokoco-PRPP

Lilik Nur Anisa, salah satu peserta mengaku, lari menjadi olahraga rutin yang dijalaninya. Ia sering kali mengikuti lomba lari dengan menempuh rute 5K dan 10K. Bahkan, pernah ikut lari 42K.

Namun, kali ini ia mengikuti lomba lari kategori 5K. Bahkan, peserta asal Magelang, Jawa Tengah itu mengenakan kostum khusus bertema Dewi Shinta yang sengaja disiapkan untuk lomba kali ini.

“Saya ambil tema kostum ini Dewi Sinta, karena berusaha kabur dari Rahwana ingin seperti lari gitu. Saya biasa ikut lari, suka nari dan ada kostum ini. Tantangannya, tadi kan biasanya lari pakai celana, ini pakai kostum khusus jadi lumayan kayak di (pasang) tali, tapi enak dan nyaman banget. Bisa banget untuk teman-teman inspirasi outfit-nya,” katanya.

Melalui Rupiah Java Run 2026, Bank Indonesia ingin mengajak masyarakat untuk hidup sehat, memberikan motivasi, hingga mewadahi UMKM di Jawa Timur. (aci)