Pendidikan
UKWMS Kembangkan Instalasi Hidroponik Mikrokontroler Arduino di SRMP 16 Malang
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Tim dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) mengembangkan instalasi hidroponik berbasis mikrokontroler Arduino.
Produk ini memungkinkan pemantauan pH (tingkat keasaman), suhu, kelembaban, dan nutrisi secara otomatis.
Tim yang tergabung dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) 2026 ini juga memperkenalkan modul ajar multidisipliner dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) bilingual terutama di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Malang.
Modul dirancang dengan bantuan aplikasi Magic School AI, sehingga guru dapat mengintegrasikan bahasa Inggris, STEM, dan ekologi dalam pembelajaran sehari-hari.
Program PKM 2026 bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SRMP 16 Malang, sekaligus membangun kesadaran ekologis melalui penerapan teknologi tepat guna dan inovasi pembelajaran multidisipliner.
Kepala SRMP 16 Malang Rida Afrilyasanti mengatakan, guru dan siswa mendapatkan manfaat yang besar dari kegiatan ini.
Selain itu, para-guru dapat mengintegrasikan pembelajaran, sehingga pembelajaran tidak hanya terpusat di satu mata pelajaran, namun dapat diintegrasikan antara satu dengan yang lainnya.
“Siswa dapat terfasilitasi melalui pembelajaran yang lebih kontekstual. Siswa langsung mempraktikkan materi yang mereka pelajari di kelas dalam aplikasi langsung melalui praktek hidroponik di lapangan,” ujar Rida, Sabtu (22/8/2026).
Rida menyebut, manfaat produk inovasi dan modul ajar turut dirasakan langsung para guru. Salah satunya, Novia Sigma, salah satu guru IPA.
Menurutnya, pelatihan pembelajaran multidisipliner, pembelajaran mendalam, kemudian kemanfaatan digital AI, dan juga hidroponik telah membantunya dalam menghubungkan pembelajaran dalam konteks mata pelajaran.
“Dan, bisa dihubungkan langsung dengan praktek penggunaan hidroponik, sebagai suatu sarana untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam peduli lingkungan dan juga dapat dijadikan pengetahuan awal untuk berusaha mungkin nanti bisa menjadi petani-petani sukses di masa depan,” ungkapnya.
Dari program ini, banyak manfaat yang didapat. Salah satunya, siswa memperoleh pengalaman belajar bahasa Inggris yang lebih kontekstual, guru meningkatkan kompetensi digital, dan sekolah mulai membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.
Ke depan, tim PKM berencana menindaklanjuti penyempurnaan sistem hidroponik berbasis Arduino, serta pendampingan lanjutan bagi guru dalam pemanfaatan teknologi digital.
Melalui capaian ini, SRMP 16 Malang diharapkan menjadi model inovasi pendidikan berasrama yang dapat direplikasi di sekolah lain, sekaligus mendukung pencapaian SDGs dan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi. (aci)


