Berita Sidoarjo
Bupati Subandi Melantik 254 Kepala Sekolah SD-SMP Negeri Sidoarjo, 86 Jabatan Kepala Sekolah Masih Kosong

SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melantik 254 kepala sekolah (kepsek) tingkat SD dan SMP negeri untuk mengisi kekosongan jabatan yang berlangsung cukup lama. Pelantikan dilakukan Bupati Sidoarjo Subandi di Pendapa Delta Wibawa, Rabu (12/8/2026).

Meski ratusan jabatan kepala sekolah telah terisi, masih terdapat 86 posisi yang kosong. Rinciannya, 82 jabatan kepala SD dan empat jabatan kepala SMP. Kekosongan tersebut terjadi karena kendala teknis pada sistem kepegawaian nasional MyASN.

Dalam arahannya, Subandi meminta para kepala sekolah yang baru dilantik segera bekerja dengan mengedepankan integritas, transparansi, dan peningkatan mutu pendidikan.

Mereka juga diminta memahami tanggung jawab pengelolaan sekolah, termasuk dalam penggunaan anggaran dan pelaksanaan program pendidikan.

Baca Juga:  Universitas Muhammadiyah Malang Kembangkan Energi Terbarukan Lewat Varietas Baru Jarak Pagar

Menurut Subandi, ada tiga hal yang menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Pertama, kepala sekolah diminta memastikan program 20.000 beasiswa dapat dimanfaatkan secara maksimal dan tepat sasaran, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Kedua, kepala sekolah diminta memperketat pengawasan terhadap penggunaan anggaran rehabilitasi sekolah, termasuk pekerjaan swakelola dan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik. Pengawasan diperlukan agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan spesifikasi yang telah ditetapkan.

“Saya takutnya kepala sekolah yang baru ini masih adaptasi. Jangan sampai nanti ada kepala sekolah baru yang sekolahnya swakelola, ternyata pengelolaan pembangunannya tidak sesuai spesifikasi. Kasihan nanti sama gurunya,” ujar Subandi.

Ketiga, Pemkab Sidoarjo menegaskan komitmen untuk mencegah praktik jual-beli jabatan. Subandi meminta seluruh proses pengisian jabatan kepala sekolah dilakukan secara bersih dan transparan serta bebas dari pungutan liar maupun praktik jual-beli jabatan.

Baca Juga:  14 Mahasiswa Unesa Magang di Puslatda Jatim, KONI Buka Kesempatan Belajar dari Dunia Olahraga Prestasi
Baca Juga:  Human Wave dengan Bookmob Warnai Opening Ceremony RAJA Brawijaya 2026

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih mengatakan, proses administrasi pengisian kepala sekolah di internal Pemkab Sidoarjo telah selesai. Namun, pelantikan 86 kepala sekolah lainnya masih menunggu penyelesaian kendala teknis pada sistem MyASN.

“Yang masih kosong untuk SD ini ada 82 sekolah, kemudian yang SMP ada empat. Mudah-mudahan ini segera terisi juga. Besok kami merapat ke BKN lagi. Yang jelas proses di Pemerintah Kabupaten ini sudah selesai, memang ada kendala di MyASN-nya,” kata Netti.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kami berharap pengisian 86 jabatan yang masih kosong dapat segera dilakukan sehingga kepemimpinan dan pengelolaan sekolah dapat berjalan optimal,” tutupnya. (sat)