Pendidikan
Smamda Surabaya Pertahankan Predikat Unggul Utama dan Outstanding School
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Sekolah Unggulan SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya menyambut 412 siswa baru melalui Smamda Inaugurasi 2026 di Lantai 6 Hall Mas Mansyur Smamda Tower, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan ini merupakan penutupan dari rangkaian Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) 2026 atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang digelar mulai Senin hingga Jumat, 13-17 Juli 2026.
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya Mukhlasin ST MPd mengatakan, Smamda menerima 412 siswa baru dari total 625 pendaftar pada tahun ajaran 2026/2027.
Jumlah itu meningkat dibanding tahun ajaran 2025/2026 sebanyak 373 siswa baru. Sedangkan, jumlah lulusan tahun ini sebanyak 394 siswa.
Menurutnya, sejak beberapa tahun terakhir, Smamda sudah mengelompokkan guru-guru di tiap mata pelajaran agar para siswa lebih fokus pada mata pelajaran yang dijalani.
“Guru-guru kita kelompokkan tiap mata pelajaran. Kalau sains ada matematika, fisika, kimia, biologi itu kan jadi satu. Harapan kami kalau serumpun itu, dia bisa diskusi lebih banyak tentang pembelajaran yang ada di sekolah,” ujarnya.
“Nah, kalau kita campur adukkan jadi satu, nggak nyambung, guru olahraga dengan guru sains, harapan kami biar maksimal belajar dengan teman sebayanya, maka dia harus melakukan diskusi dengan teman sebayanya,” sambungnya.
Mukhlasin menjelaskan, kegiatan Fortasi 2026 ini digelar untuk memberikan ruang bagi para siswa untuk melakukan eksplorasi diri maupun mengasah kepemimpinan mereka. Sehingga, pihak sekolah sengaja menyerahkan rangkaian kegiatan Fortasi 2026 ini kepada para siswa sebagai panitia kegiatan.
“Kegiatan fortasi ini didesain anak-anak, sehingga harapan kami persoalan salah, tersandung, terbentur adalah bagian dari pengalaman belajar. Harapan kami kalau salah memang saat ini jangan sampai salah itu terus-menerus, mudah-mudahan dengan begitu maka kesalahan itu anak menjadi matang untuk berorganisasi,” jelasnya.
Di sisi lain, untuk meningkatkan prestasi yang diraih Smamda Surabaya selama ini, pihak sekolah mengajak seluruh warga sekolah, terutama peran orang tua siswa dalam menyamakan persepsi hingga memotivasi kepada siswa.
“Oleh sebab itu, kami sudah pesan, di SMA Muhammadiyah itu peran serta orang tua bisa apapun. Yang tidak bisanya itu hanya satu, mengubah nilai. Harapan kami dengan begitu maka SMA Muhammadiyah akan jauh lebih baik, mendengarkan omongan dari semua pihak, mendengarkan masukan dari semua pihak untuk perbaikan,” ungkapnya.
Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Dr Eko Hardiansyah MPsi mengatakan, sebagai sekolah berpredikat Unggul Utama dan Outstanding School, Smamda Surabaya membuktikan diri sebagai sekolah unggulan Muhammadiyah di Jawa Timur.
“Outstanding school ini dibuktikan dengan jumlah murid baru yang terus bertambah. Masyarakat sudah sangat percaya bahwa sekolah ini mampu membantu peserta didik, para wali murid untuk tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak yang hebat di masa yang akan datang,” terangnya.
Eko menegaskan, selain SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, ada tiga SMA lainnya dari total 93 SMA Muhammadiyah di Jawa Timur yang meraih predikat outstanding school. Yakni, SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, SMA Muhammadiyah 1 Gresik, dan SMA Muhammadiyah 10 Gresik.
Menurutnya, sekolah harus memiliki visi yang kuat, bagaimana upaya membangun sekolah, serta didukung program-program kerja yang menjamin siswa bisa berprestasi. Selain itu, bagaimana sekolah membangun fasilitas yang adaptif dengan perkembangan zaman.
“Termasuk bagaimana memperkuat penguasaan bahasa, bagaimana kemudian memperkuat pembelajaran dengan digital platform, termasuk juga yang terpenting ini sebenarnya menjadi ciri khas Muhammadiyah itu adalah bagaimana memperkuat karakternya anak-anak atau pendidikan karakter,” tegasnya.
Di sisi lain, Muhammadiyah juga memberikan model pendampingan melalui Muhammadiyah Future School (MFS) untuk memberikan penilaian bagi sekolah dalam meraih predikat outstanding school, termasuk sekolah yang masuk kategori excellent, inspiring dan potensial.
“Ada 10 komponen mulai dari visi misi yang kuat sampai dengan bagaimana membangun school branding yang kuat, salah satunya orientasi internasional yang bisa dikembangkan di sekolah tersebut,” katanya.
Eko menyebut, di bawah naungan Dikdasmen PNF PW Muhammadiyah Jawa Timur tercatat sebanyak 1.040 sekolah, mulai dari tingkat SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, dan SMK. (aci)



