Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Tebu Serentak SGN di 43 Titik se-Indonesia
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin Panen Raya Tebu Serentak yang digelar di 43 titik di seluruh Indonesia dengan pusat kegiatan di Kabupaten Malang, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen pemerintah dalam mempercepat terwujudnya swasembada gula konsumsi melalui peningkatan produktivitas tebu dan kesejahteraan petani.
Sebagai BUMN yang bergerak di sektor gula, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis pemerintah dalam memperkuat industri gula nasional.
Berbagai program peningkatan produktivitas, peremajaan tanaman, hingga penguatan pembiayaan petani diyakini menjadi fondasi penting menuju kemandirian pangan nasional.
Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara Mahmudi mengatakan, dukungan pemerintah telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas tebu nasional.
“Target swasembada gula konsumsi sebelumnya diproyeksikan tercapai pada tahun 2028. Namun, dengan dukungan pemerintah melalui berbagai program strategis, kami optimistis target tersebut dapat dipercepat. Program Bongkar Ratoon yang telah berjalan sejak 2025 dengan cakupan sekitar 200 ribu hektare mampu meningkatkan produktivitas tebu secara signifikan,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Mahmudi menyebut, pemerintah juga terus memperkuat ekosistem industri gula melalui pelepasan varietas unggul tebu, serta kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Khusus Klaster Tebu dengan bunga flat 6 persen.
“Melalui skema tersebut, petani dapat memperoleh akses pembiayaan hingga Rp500 juta untuk mendukung pengembangan usaha tani dan peningkatan produktivitas,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat peremajaan tanaman tebu di seluruh Indonesia.
“Kita akan meremajakan semua tebu yang kita miliki. Program kita 100 ribu hektare per tahun, dan dengan demikian swasembada gula konsumsi akan dicapai dalam dua tahun,” tegasnya.
Kehadiran Presiden di tengah para petani menjadi wujud komitmen pemerintah untuk terus mendengar aspirasi dari lapangan, sekaligus memastikan setiap kebijakan yang diambil semakin berpihak pada peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan nasional.
PT SGN akan terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan produktivitas tebu, mempercepat peremajaan tanaman, serta mendorong terwujudnya swasembada gula konsumsi demi mendukung ketahanan pangan Indonesia. (aci)


