Pendidikan
ITS Kukuhkan Lima Profesor Baru, Sokong Kemajuan Pendidikan Indonesia
SURABAYA, SURYAKABAR.com – Lima guru besar atau profesor baru Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) siap meningkatkan kualitas akademik di Indonesia.
Hal itu menandai pengukuhan lima profesor baru ITS melalui Sidang Terbuka Dewan Profesor ITS yang berlangsung di Auditorium Research Center ITS, Kamis (11/6/2026).
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD mengatakan, dalam jabatan akademik tertinggi ini bukanlah sekadar akhir dari pencapaian akademik. Namun, gelar profesor memberikan tanggung jawab baru yang lebih besar bagi seorang akademisi.
“Semakin tinggi ilmu yang dimiliki, semakin besar pula amanah untuk memberikan manfaat,” ujarnya.
Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan orasi ilmiah oleh Profesor ke-237 ITS Prof Dr Ing Doty Dewi Risanti ST MT dengan judul Limbah Alumunium Menjadi Energi Hijau: Masa Depan Hidrogen Indonesia.
“Aluminium mampu menyimpan energi dalam bentuk padat pada kondisi lingkungan biasa sehingga lebih aman, mudah ditransportasikan, dan infrastruktur sederhana,” ungkap Guru Besar Departemen Teknik Fisika ITS itu.

Selanjutnya, Prof Ir Ary Mazharuddin Shiddiqi SKom MCompSc PhD dari Departemen Teknik Informatika ITS mempresentasikan orasi ilmiahnya yang berjudul Dari Kecerdasan Statis Menuju Kecerdasan Adaptif: Continual Learning sebagai Fondasi Sistem Cerdas Masa Depan.
Profesor ke-238 ITS ini menjelaskan transformasi kecerdasan pada akal imitasi (AI) terinspirasi oleh model kecerdasan pada manusia yang belajar secara berkelanjutan.
“Kami ingin membuat sistem yang secara dinamis dapat mendistribusikan beban kerja berdasarkan ketersediaan dan tren penggunaan,” terangnya.
Kemudian, Profesor ke-239 ITS Prof Dr Sholiq ST MKom MSA menyampaikan orasi ilmiah dengan judul Transformasi Pembiayaan Proyek Perangkat Lunak di Era Microservice dan Sistem Claude-native.
“Keilmuan ini sangat penting di tengah pesatnya transformasi digital yang terjadi pada sektor pemerintahan, industri, pendidikan, maupun layanan publik modern,” ungkap Guru Besar dari Departemen Sistem Informasi ITS itu.
Penyampaian orasi ilmiah dilanjutkan Profesor Departemen Matematika ITS Prof Dr Mahmud Yunus MSi. Profesor ke-240 ITS ini mempresentasikan orasi ilmiahnya yang berjudul Dari Abstraksi Operator ke Transformasi Digital: Kontribusi Analis Fungsional dalam Pengolahan Informasi Modern.
“Pendekatan ini menjadi kunci dalam melahirkan metode keamanan informasi dan pengolahan citra digital demi membangun ketahanan dan kemandirian bangsa,” terangnya.
Terakhir, sesi penyampaian orasi ditutup oleh presentasi ilmiah Profesor ke-241 ITS Prof Silvianita ST MSc PhD dari Departemen Teknik Kelautan dengan judul Manajemen Risiko Sebagai Pilar Pengelolaan Infrastruktur Maritim yang Aman dan Berkelanjutan.
“Pendekatan ini menempatkan manajemen risiko tidak hanya sebagai instrumen mitigasi, namun juga sebagai landasan utama pengelolaan sistem maritim yang kompleks dan dinamis,” kata profesor perempuan pertama dari Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS itu.
Menutup prosesi pengukuhan, Ketua Dewan Profesor ITS Prof Dr Ir Imam Robandi MT menegaskan pentingnya independensi berpikir bagi seorang profesor.
Menurutnya, setiap guru besar wajib memiliki kebebasan akademik yang mutlak dalam mengembangkan dan mengeksplorasi ide sesuai bidang keilmuan yang ditekuninya.
“Seorang profesor itu dituntut untuk merdeka dalam berpikir dan memetakan arah risetnya demi kemajuan bidang keilmuan yang diampunya,” pungkasnya. (aci)

