Unesa Gandeng Jawa Power YTL Gelar Kursus Pelatih Sepak Bola Lisensi D

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar kursus kepelatihan sepak bola Lisensi D di Kabupaten Probolinggo, 1-6 Juni 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan setiap dosen secara reguler.

Kali ini Unesa menggandeng PT. Jawa Power dan PT. YTL Jawa Tmur, sebuah perusahaan Pembangkit dan Penyediaan tenaga listrik yang berlokasi di kawasan Paiton Kabupaten Probolinggo.

Imam Syafii, selaku penanggung jawab kegiatan ini kepada suryakabar.com menyatakan, dipilihnnya Kabupaten Probolinggo didasarkan pada hasil kajian kondisi persepakbolaan di Kabupaten Probolinggo.

Salah satu persoalan mendasar adalah rendahnya sumber daya pelatih sepak bola di daerah tersebut, khususnya di level usia dini yang banyak tidak memiliki lisensi kepelatihan.

“Unesa selama ini bekerjasama dengan PT. Jawa Power dan PT. YTL Jawa Timur dalam rangka pengembangan pembinaan sepak bola usia muda di Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya,” kata Imam Syafii.

Baca Juga:  Timnas Indonesia Kalahkan Oman di FIFA Matchday 2026, Peringkat FIFA Indonesia Naik

Lebih lanjut Guru Besar di bidang kepelatihan usia dini itu menyampaikan, hasil identifikasi terhadap problematika sepak bola di Kabupaten Probolinggo di antaranya minimnya pelatih yang belum memiliki sertifikasi kepelatihan.

Kendala utama kondisi tersebut banyak dipicu ketidakmampuan parapelatih mengikuti kursus kepelatihan. Dalam pandangan mereka, biaya kursus selama ini tidak terjangkau oleh mereka.

Kondisi tersebut akhirnya menjadi pemikiran bersama antara Unesa dengan PT. Jawa Power dan PT. YTL Jawa Timur untuk mencarikan solusinya.

Selanjutnya disepakati untuk merancang kursus berbiaya murah, sehingga terjangkau parapelatih yang memiliki keterbatasan dengan biaya keikutsertaannya.

Baca Juga:  PSSI Gelar Kursus Kepelatihan Lisensi B Gelombang 6 di Yogyakarta, Ini Daftar Pesertanya, Ada Hariono dan Jefri Dwi Hadi
Baca Juga:  Unesa Siap Dukung Venue Porprov Jatim 2027, Rektor Prof. Nurhasan: Hampir Semua Venue di Unesa Standar Internasional, Silakan Dimanfaatkan

Dalam kursus tersebut, panitia hanya mematok harga Rp. 750.000 per peserta. Biaya itu kembali kepada peserta dalam bentuk makan siang, seragam, tas dan alat tulis.

Murahnya biaya tersebut, karena kebutuhan dana untuk kegiatan kursus berasal dari program PKM Unesa dan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Jawa Power dan PT. YTL Jawa Timur.

Sutrisno Wisnu, ketua panitia dalam kegiatan ini menuturkan, biaya kursus sebesar itu merupakan biaya termurah sepanjang yang diketahuinya.

Sepengetahuannya, biaya kurus kepelatihan Lisensi D selama ini berkisar antara Rp 3.5 Juta hingga Rp 4 Juta.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap kondisi persepakbolaan di daerah Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya. Semoga dengan banyaknya pelatih yang bersertikat dapat mengubah model pembinaan yang lebih terstruktur dan pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas pembinaan dan menghasilkan prestasi yang diharapkan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Madura United Bertahan di Super League, Persis Solo Degradasi ke Championship, Jatim Tetap Miliki Empat Tim di Super League

Dalam kursus kepelatihan itu, diikuti 30 peserta sesuai kentuan PSSI. Mayoritas peserta berasal dari Kabupaten dan Kota ProbolinggĂ o. Selebihnya datang dari luar kota, seperti Kota Batu, Kediri, Bangkalan, Pamekasan, Surabaya dan Situbondo.

PSSI pada gelaran kursus ini, menugaskan tiga instrutur, yakni Joko Susilo, David Agus Prianto dan A Agam Haris Pambudi. Ketiganya berasal dari Jawa Timur dan sudah memiliki lisensi A AFC, bahkan Joko Susilo berlisensi A AFC Pro.

“Saya sempat kaget ada kursus Lisensi D biayanya sangat murah. Awalnya, saya sempat ragu terhadap pelaksanaannya. Namun, setelah berjalan layanan dan fasilitasnya luar biasa,” kata mantan pemain Niac Mitra itu. (*)