Idul Adha
Sapi Metal Cross 1 Ton 144 Kilogram dari Desa Sukosari Lumajang Terpilih jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo Subianto
LUMAJANG, SURYAKABAR.com – Sapi jenis metal cross bernama “Kang Jo” milik Reyhan, peternak asal Desa Sukosari, Kabupaten Lumajang, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Idul Adha 2026.
Terpilihnya sapi asal Kabupaten Lumajang sebagai hewan kurban Presiden Republik Indonesia tersebut menjadi gambaran potensi peternakan daerah yang terus berkembang melalui peningkatan kualitas pemeliharaan ternak dan ketekunan peternak lokal.
Pencapaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi pemilik ternak, tetapi juga menunjukkan, peternakan daerah memiliki potensi untuk menghasilkan ternak berkualitas yang mampu memenuhi standar yang dibutuhkan.
Reyhan mengaku bersyukur dan bangga atas terpilihnya sapi yang selama ini dipeliharanya secara intensif.
“Alhamdulillah sangat bangga dan senang, karena ini menjadi bentuk hasil usaha dan perawatan yang selama ini kami lakukan,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Sapi dengan bobot mencapai 1 ton 144 kilogram itu dirawat secara rutin melalui pengaturan pola pakan, menjaga kebersihan kandang, serta pemantauan kesehatan secara berkala agar tetap tumbuh dalam kondisi optimal.
Di balik terpilihnya Kang Jo, terdapat proses panjang yang menunjukkan, kualitas peternakan tidak hanya ditentukan oleh ukuran atau jenis ternak, tetapi juga dipengaruhi ketelatenan peternak dalam menerapkan pola pemeliharaan yang baik.
Keberhasilan tersebut sekaligus memperlihatkan, peternak lokal memiliki peluang untuk menghasilkan ternak dengan kualitas yang mampu bersaing dan memberikan nilai tambah bagi sektor peternakan daerah.
Selain menjadi kebanggaan tersendiri bagi peternak, terpilihnya sapi asal Lumajang sebagai hewan kurban Presiden diharapkan dapat memotivasi peternak lain untuk terus meningkatkan kualitas pemeliharaan ternak serta memperkuat potensi sektor peternakan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.
Pencapaian tersebut juga menjadi bukti, penguatan sektor peternakan tidak hanya berbicara tentang peningkatan jumlah produksi, tetapi juga pembangunan kualitas sumber daya peternak dan pengelolaan ternak yang berkelanjutan. (*)

