Turnamen Nine Ball Piala Wali Kota Surabaya 2026 Sukses Digelar, Pebiliar Magetan, Febrian Rebut Juara dan Bawa Pulang Rp100 Juta

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Turnamen Nine Ball Piala Wali Kota Surabaya 2026 berlangsung sukses dan meriah di Galaxy Pool, Jalan Pandegiling, Surabaya.

Kejuaraan yang digelar, 5-10 Mei 2026 ini menjadi magnet bagi para pecinta olahraga biliar dengan menghadirkan 256 pebiliar terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Ajang bergengsi ini tidak hanya menjadi arena perebutan prestasi, tetapi juga momentum penting dalam mempererat silaturahmi antarklub, memperkuat pembinaan atlet muda, sekaligus mendorong perkembangan olahraga biliar sebagai bagian dari sport tourism dan sport industry di Kota Surabaya.

Puncak turnamen yang berlangsung, Minggu (10/5/2026) malam menyajikan laga final penuh tensi antara pebiliar asal SV Magetan, Febrian, menghadapi unggulan tuan rumah Rudi Soho.

Duel keduanya berlangsung  sengit sejak frame awal dengan menampilkan permainan kelas tinggi yang memukau para penonton yang memadati arena Galaxy Pool, Surabaya.

Febrian tampil impresif sepanjang pertandingan. Dengan ketenangan, akurasi pukulan yang konsisten, serta strategi permainan yang matang, ia mampu mengimbangi bahkan menekan permainan Rudi Soho yang dikenal sebagai salah satu pebiliar senior berpengalaman di Surabaya.

Baca Juga:  Kejuaraan Taekwondo Piala KONI Kota Surabaya Diikuti Hampir 1.000 Atlet, Arderio Hukom: Cabor Andalan Menuju Porprov Jatim 2027

Meski mendapat dukungan penuh dari publik tuan rumah, Rudi Soho tetap kesulitan membendung permainan disiplin yang diperagakan Febrian.

Setelah persaingan ketat di beberapa frame awal, pebiliar asal Magetan itu mulai mengambil alih ritme permainan dan memanfaatkan momentum hingga akhirnya memastikan kemenangan sekaligus membawa pulang trofi juara serta hadiah utama senilai Rp100 juta.

Ketua KONI Kota Surabaya, Arderio Hukom, menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan turnamen ini menunjukkan, olahraga biliar kini telah berkembang jauh melampaui stigma sebagai sekadar olahraga hiburan.

“Piala Wali Kota cabang olahraga biliar dari tanggal 5 sampai 10 Mei ini menunjukkan, biliar bukan sekadar olahraga hiburan, tetapi sudah menjadi olahraga prestasi. Ini juga mendukung pengembangan sport tourism dan sport industry,” ujar Arderio.

Baca Juga:  POBSI Kota Surabaya dan KONI Kota Surabaya Gelar Biliar Ramadhan Break and Blessings Tournament HC 3-4, Atlet Antusias

Menurutnya, aspek sport tourism terlihat dari banyaknya peserta yang datang dari luar Surabaya untuk mengikuti kompetisi.

Sementara dari sisi sport industry, besarnya dukungan sponsor dan tingginya nilai hadiah menjadi indikator kuat, biliar memiliki potensi ekonomi yang besar.

“Total hadiah mencapai Rp254 juta, dan juara utama mendapat Rp100 juta. Ini menunjukkan, ekosistem biliar di Surabaya sudah sangat baik,” katanya.

Arderio juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) yang dinilai konsisten mendorong perkembangan olahraga prestasi.

“Dukungan Pemkot yang sangat luar biasa membuat KONI Surabaya semakin bersemangat menjadikan biliar sebagai salah satu cabang olahraga yang lebih berprestasi menuju Porprov 2027. Terima kasih kepada seluruh jajaran POBSI Surabaya, panitia pelaksana, serta Disbudporapar yang terus membersamai ajang Piala Wali Kota ini,” tambahnya.

Baca Juga:  Arsenal Kalahkan West Ham di Premier League Inggris, Arsenal Kian Dekat Juara, West Ham Kian Dekat Degradasi

Sementara itu, Ketua POBSI Surabaya, Wahjoedi Basuki, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, sponsor, komunitas biliar, serta masyarakat yang telah mendukung jalannya turnamen hingga berlangsung sukses.

Menurut Wahjoedi, turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya pembinaan atlet dan pengembangan olahraga biliar di Surabaya maupun Jawa Timur.

“Turnamen ini menjadi wadah pembinaan atlet sekaligus mempererat persaudaraan antarkomunitas biliar. Kami berharap olahraga biliar semakin berkembang dan diminati generasi muda,” ujarnya.

Atmosfer turnamen yang meriah menjadi bukti, olahraga biliar memiliki daya tarik besar di tengah masyarakat. Kehadiran atlet dari berbagai kota juga menunjukkan, Surabaya dinilai mampu menjadi tuan rumah event olahraga yang kompetitif, profesional, dan berkualitas.

Usai pertandingan, Febrian mengaku bersyukur atas keberhasilannya meraih gelar juara dalam turnamen bergengsi tersebut.

Ia menyebut kemenangan itu merupakan hasil dari kerja keras, latihan intensif, dan persiapan matang sebelum bertanding.

Keberhasilan penyelenggaraan Turnamen Nine Ball Piala Wali Kota Surabaya 2026 diharapkan menjadi pijakan penting bagi lahirnya atlet-atlet biliar potensial yang mampu mengharumkan nama Surabaya dan Jawa Timur di level nasional hingga internasional, sekaligus memperkuat posisi Surabaya sebagai salah satu pusat perkembangan olahraga biliar di Indonesia. (*)