Liga Futsal Profesional 2025-2026
Unggul FC Malang Usung Semangat Bangkit di Pro Futsal League 2025-2026 Series Papua

MALANG, SURYAKABAR.com – Unggul FC Malang mengusung semangat bangkit di Pro Futsal League 2025-2026 Series Papua di Pekan 10. Anak asuh Pelatih Andre Brocanelo itu berusaha melupakan dua kekalahan beruntun di pekan sebelumnya.

Kekakahan menyakitkan 1-2 dari Cosmo JNE dan 1-5 dari Blacksteel di Series Jakarta pekan lalu masih membekas. Namun, Asisten Pelatih Agus Abdulrachman menegaskan, tim pelatih Unggul FC mengajak para pemain untuk move on.

Pasalnya, tim futsal kebanggaan Arek-arek Malang ini harus menghadapi dua laga penting lainnya di Istora Papua Bangkit, Jayapura. Unggul FC sudah ditunggu Kuda Laut Nusantara (KLN), Sabtu (25/4/2026), dan Fafage Banua, Minggu (26/4/2026).

Baca Juga:  Manfaatkan Jeda Kompetisi, Unggul FC Malang Uji Coba Lawan Tim PFL 2 Asal Surabaya

“Setelah dua kekalahan beruntun di Series Jakarta, tim melakukan evaluasi, baik staff maupun pemain. Memang benar faktor mentaliti yang perlu kita benahi, karena memang gak mudah di situasi ini, dan ini yang akan menjadi PR buat tim. Kita akan berusaha mengembalikannya segera, agar bisa bangkit di pertandingan di Series Papua,” kata Agus.

Agus menegaskan, Unggul FC tak menbeda-bedakan lawan yang akan dihadapi. Baik Fafage yang di puncak klasemen maupun KLN yang posisinya di bawah Unggul FC tetap dianggap ancaman yang harus mereka taklukkan.

Baca Juga:  Timnas Futsal Indonesia Kalahkan Vietnam di Semifinal Piala AFF Futsal 2026, Hadapi Thailand di Final
Baca Juga:  Australia Pesta Gol ke Gawang Laos, Rebut Peringkat Ketiga Piala AFF U-17 2026

“Setiap tim-tim lawan di PFL kali ini saya pikir selalu punya kesempatan untuk bisa menang atau kalah. Kita berusaha untuk bisa bangkit kembali di Series Papua ini. Terlepas dari siapapun yang kita hadapi, baik itu KLN maupun Fafage, kita lebih fokus bagaimana memperbaiki beberapa celah yang kemarin ada di Series Jakarta. Jadi dengan siapapun kita berusaha untuk tampil semaksimal mungkin sesuai karakter dan identitas tim,” imbuhnya.

“Fafage dan KLN sama-sama tim yang punya kecepatan dan kolektivitas, tentu perlu diwaspadai ya. Tapi sekali lagi kita gak membedakan satu tim dengan tim yang lain. Fokus kita pada bagaimana tim kita sendiri untuk bisa bermain sesuai dengan performa yang diinginkan. Kita masih punya kesempatan untuk bisa mendapatkan poin-poin di seri-seri berikutnya,” tandasnya. (*)