Pendidikan
Unesa Ungkap Kronologis Penangkapan Joki UTBK, Telusuri Data Peserta Dua Tahun Berbeda Lewat AI

SURABAYA, SURYAKABAR.com – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan cepat berhasil mengungkap praktik joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.

Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa Prof Dr Martadi MSn mengatakan, joki yang diungkap tersebut sebelumnya ditelusuri dari foto yang sama di dua pelaksanaan SNBT yang berbeda, yakni pada 2026 dan 2025.

Menurutnya, kecurangan itu terungkap, karena penelusuran data peserta menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dan ditemukan foto yang sama dengan dua nama berbeda.

“Memang kemudian kami menemukan ada potensi sebuah foto dengan tingkat kemiripan hampir 95 persen. Foto ini digunakan di dua SPMB yang berbeda. Tahun lalu, dia sudah gunakan untuk tes yang tempatnya di Unair. Tetapi, saat itu yang bersangkutan tidak datang,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Prof Martadi menjelaskan, joki pria itu berinisial H, berusia sekitar 23 hingga 24 tahun, dan mengaku asal Surabaya.

Baca Juga:  Unesa Temukan Dugaan Joki UTBK 2026 di Prodi Kedokteran, Ijazah dan Dokumen Kependudukan Dipalsukan

“H diketahui tidak membawa dokumen pribadinya, hanya membawa KTP dan ijazah atas nama pengguna joki,” jelasnya.

Unesa kemudian menelusuri ke pihak sekolah terkait, membenarkan ijazah itu benar, namun berbeda foto.

“Ijazah yang dibawa dengan foto yang diganti itu stempel basah. Sehingga, setelah kami telusuri dan kami yakin bahwa yang bersangkutan sudah ada pengakuan,” ungkapnya.

Setelah joki mengakui perbuatannya, Unesa melaporkan praktik kecurangan itu ke pusat dan kepolisian.

Baca Juga:  Wamendikdasmen Tegaskan Pengguna Joki Diblacklist Selamanya dan Tak Diterima di Semua PTN

Atas pengakuan H, ia membantu calon mahasiswa yang mendaftar jurusan kedokteran di salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) Jawa Timur.

“Yang kami adukan adalah mereka melakukan tes, dan menyalahi ketentuan tes menggunakan data palsu dan seterusnya. Kemudian, kalau nanti di kepolisian lebih lanjut akan meneliti tentang bagaimana pemalsuannya dan seterusnya itu ranah berikutnya ya. Sehingga, yang kami adukan itu,” terangnya.

Baca Juga:  Unusa Kukuhkan 227 Wisudawan, Rektor Ingatkan Tantangan Dunia Kerja di Era Disrupsi

Prof Martadi menegaskan, mengenai pengaduan untuk pengguna joki, yang bersangkutan tidak akan bisa diterima di PTN manapun.

“Kami belum bisa mengadukan pihak yang dijoki ya, karena kami belum punya dasar. Kalau kemudian nanti polisi mengembangkan lebih lanjut ya, untuk didalami dan kemudian dua-duanya ditemukan tindak pidana, ya tidak menutup kemungkinan akan berimbas bukan hanya pada yang menjadi joki, tetapi juga orang-orang yang memesan ya, kepada joki untuk masuk tes perguruan tinggi,” tegasnya.

Di sisi lain, Unesa juga menemukan tumpukan blangko KTP siap cetak yang disimpan di dalam sepeda motor yang dipakai H saat datang mengikuti ujian di hari pertama, Selasa (21/4/2026). (aci)